Jangan Panggil Aku Penulis

12:54 0
Jangan panggil aku penulis. Karena aku belum mampu menuliskan kisah-kisahku sendiri dalam sebuah buku. Aku hanya bisa menjadi pembaca kisah orang lain, namun kisahku masih belum pernah ada orang yang tahu. Karena kisahku bukanlah kisah seorang penulis atau seorang yang inspiratif, kisahku hanyalah kisah seorang musafir cinta ditengah teriknya padang pasir. Selayaknya buih yang terombang-ambing tertiup hembusan angin.

Jangan panggil aku penulis. Karena aku menulis hanya karena aku tak mampu berbicara seperti mereka yang pintar mengolah bahasa hingga namanya mendunia. Ya, aku memang bukan seorang penulis berbakat hingga karya-karyanya tersebar luas disetiap pelosok tanah air. Aku hanyalah penyusun kata menjadi kalimat, lalu paragraf hingga kini bisa terbaca olehmu. Bukan, bukan karena pandai merangkai kata, hanya saja kata demi kata dirajut sepenuh hati berharap akan sampai pada hati. 

5 Tantangan Sebagai Seorang Penulis

11:33 0
5 Tantangan Sebagai Seorang Penulis
Jadi Penulis itu keren, tapi sahabat harus tahu apa tantangan seorang penulis ketika ia telah memilih menjadi seorang penulis. Semua orang bisa menjadi penulis, tapi tidak semua orang mau menjadi penulis. Kenapa? Karena tidaklah mudah untuk menjadi seorang penulis. Karena seorang penulis harus siap dengan kritik, harus siap diabaikan, harus siap segala sesuatunya. Seorang yang suka membaca belum tentu suka menulis, tetapi orang yang suka menulis pasti suka membaca. 

Seorang penulis selalu punya tantangan untuk bisa terus tumbuh dan berkembag hingga nanti karya-karyanya dikenal banyak orang bahkan mendunia. Tetapi untuk menjadi penulis tentu tidak mudah, selain harus memiliki komitmen dan kemauan yang besar, seorang penulis juga harus meminimalisir rasa takut yang mungkin akan hadir dalam dirinya. Apa saja sih tantangan seorang penulis.

Karena Menulis Itu Soal Komitmen

11:17 0
Berapa banyak diantara kita yang bermimpi menjadi penulis besar dengan nama tersusun rapi diatara barisan buku-buku. Akan tetapi, tidak sedikit dari kita yang kemudian membiarkan mimpinya terbang melayang seperti buih diantara hembusan angin. Kita punya keinginan yang tinggi tetapi tidak dengan tindakan. Ya, bermimpi besar tidak keliru, hanya saja bermimpi besar tetapi usaha kecil tidak akan membuahkan hasil. Karena seperti apa proses menjemput mimpi yang dilakukan akan mencerminakan seperti apa hasilnya dan hasil tidak pernah jauh dari proses. 

Jodoh Terbaik Untukmu

10:40 0
Jodoh Terbaik Untukmu
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Q.S Al-Hujarat; 13)

Setiap mahluk diciptakan berpasang-pasangan, maka tidak perlu terlalu merisaukan perihal jodoh. Sadar atau tidak, terkadang kita dirisaukan masalah kapan bertemu jodoh, dimana akan dipertemukan dam dengan siapa akan dipertemukan. Secara tidak langsung sebenarnya kita telah meragukan bahwa Allah Maha Mengetahui yang baik untuk kita. Karena yang baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah.

Kriteria Wanita Dambaan Laki-Laki Dalam Pandangan Islam

15:01 0
"Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan (kesenangan) dan sebaik-baik perhiasan (kesenangan) adalah wanita shaleha" (H.R. Muslim)

Sahabat pasti sudah tidak asing dengan hadist tadi. Ya, hadist ini sering sekali diulang, bahkan dalam lirik lagu sang Raja Dangdut juga dipaparkan demikain (bagi sahabat yang suka dangdut pasti tahu). Namun bukan soal itu yang akan kita bahas melainkan perihal wanita dambaan laki-laki dalam kacamatan islam. Kita boleh-oleh saja mempunya wanita idaman, wanita dambaan seperti apapun tetapi ingatlah satu hal bahwa perihal jodoh itu adalah pilihan. Jodoh itu juga adalah cerminan diri karena wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, dan begitu juga sebaliknya. 

4 Ketakutan Seseorang Penulis Pemula Ketika Akan Berkarya

09:47 1
"Sesuatu yang sulit akan menjadi sulit jika kita mengatakan bahwa itu sulit, namun sesuatu akan menjadi mudah jika kita mengatakan bahwa hal itu mudah"

Siapa sih yang tidak mau menjadi seorang penulis sukses, seseorang dengan karir melejit dan dikenal diseluruh pelosok negeri. Ia yang dulu dianggap bukan siapa-siapa lalu berbalik menjadi terkenal dengan nama terpampang rapi dalam setiap rak buku. Ia banyak diundang dalam seminar atau membedah karyanya yang menjulang, menjadi motivasi serta membuka wawasan orang-orang disekitarnya. Ia yang bukan siapa-siapa kemudian menjadi ingin sekali didengar pendapatnya sehingga mampu memberi inspirasi bagi sesamanya. Itulah dia seorang penulis sukses.

Namun ketahuilah sahabat, kesemuanya itu tidak terjadi secara serta-merta. Karena benih padi tidak akan tumbuh begitu saja tanpa sebuah proses dan benih yang baik. Artinya adalah butuh proses panjang untuk bisa menjadi seorang penulis sukses. Banyak sekali penulis sukses yang namanya selalu memenuhi rak baca seperti bukunya Asma Nadia, Tere Liye, Boy Candra, Pidi Baiq, Dee Lestari, Kang Abik, Andrea Hirata, Sinta Yudisia dan beberapa penulis terkenal lainnya. Penulis sukses seperti beliau juga pernah merasakan menjadi seorang penulis pemula seperti kita yang mempunyai impian menjadi penulis besar. Akan tetapi satu hal yang membuat beliau bertahan dan menjadi penulis terkenal di Nusantara adalah ketekunan serta keinginan untuk tetap berkarya.

Penulis pemula selalu memiliki ketakutan ini dalam dirinya sehingga menghambatnya untuk mulai berkarya, namun jika bisa melewatai serta mengatasi ketakutan ini maka hal itu adalah langkah kecil untuk menuju sebuah kesuksesan.

1. Takut Tulisannya Tidak Bagus
Ketakutan pertama bagi seorang penulis pemula yakni tulisan yang tidak bagus atau kualitasnya rendah sehingga pembaca malas untuk membacanya. Dalam posisi ini ada 2 pilihan yakni terus belajar atau mengakhiri mimpi menjadi seorang penulis. Jika pilihan sahabat adalah berhenti menulis, maka sudah dipastikan sahabat tetap akan menjadi seperti itu. Karena hanya sepersekian orang yang tulisannya langsung barkualitas tinggi, karena memang semua itu butuh proses yang panjang. Pabila sahabat memilih tetap bertahan dan terus mencoba, maka bersiaplah menerima manisnya belajar karena sudah pasti tulisan kita akan terus berkembang. Ingatlah bahwa sekolahnya penulis itu adalah membaca dan terus menulis.

2. Tulisannya Tidak Diterima Masyarakat
Ketakutan kedua yakni tulisan yang tidak diterima di masyarakat. Sebenarnya hal ini bergantung pada bagaimana kita memperkenalkan tulisan tersebut. Tentunya dengan kita memprediksi bagaimana respon masyarakat dengan tulisan kita. Logika sederhananya adalah seperti bagaimana kita memasarkan barang dagangan kita, bagaimana kita memfokuskan dagangan dimana. Jual barang-barang klask kepada mereka yang suka mengkoleksi barang klasik. Intinya adalah pembaca seperti apa yang ingin kita tuju, apakah remaja, dewasa, anak-anak atau siapa. Maka langkah yang kita lakukan adalah menyesuaikan dengan target pembaca dan mempromosikan pada tempat yang tepat.
3. Tulisnnya Mendapatkan Respon Negatif
Ketakutan selanjutnya adalah takut tulisannya mendapatkan respon negatif dari orang sekitar. Hal ini sebenarnya adalah seperti point ke-2 yakni tepat tidaknya kita mempromosika tulisan tersebut. Dan kalaupun saja ada yang merespon negatif maka biarkanlah demikian, karena mereka yang merespon negatif adalah yang nyinyir karena belum bisa seperti kita. Ya, mereka sebenarnya iri akan keberanian kita untuk memulai langkah awal menjadi seorang penulis dan mereka masih belum punya keberanian. Jadi, biarka semua respon itu menjadi penyemangat serta motivasi kita untuk terus berkembang.

4. Mendapatkan Kritik
Ketakutan Terakhir versi blog sadli adalah ketakutan untuk mendapatkan kritik dari pembaca. Padahal pada dasarnya kritik dalam tulisan itu sangat diperlukan, karena hanya orang-orang hebat dan mau berkembang yang mampu menerima kritik. Kritik dari pembaca sangatlah penting dalam perkembangan tulisan kita, karena mereka memberikan masukan secara tidak langsung bagaimana seharusnya tulisan kita agar layak menurut mereka dan menurut banyak pihak. So, jangan merasa kecil atau minder ketika tulisan kita dikritik karena kritik itu selalu memberikan solusi bagaiman kita seharusnya walaupun hanya dalam pesan yang tersirat. 

Setelah kita mampu mengatasi ketakutan ini, maka sudah bisa dipastikan bahwa tulisan kita akan mengalami proses perkembangan yang bagus. Karena hal ini bukan menjadi penghalang melainkan menjadi jembatan menuju kesuksesan dalam dunia literasi. 
Sekian dulu sedikit sharing dari saya. 

Jika dirasa bermanfaat bisa sahabat share dengan menekan tombol share... 

Salam Literasi......

Kemana Ilmu Akan Membawamu?

13:40 0
Kemana Ilmu Akan Membawamu
Setiap insan manusia memang diciptakan dengan bakat dan kemampuan masing-masing. Akan tetapi kesemuanya itu bergantung pada manusianya, apakah ia akan mengembangkannya atau membiarkannya begitu saja. Dan orang beruntung adalah ia yang mempunyai keingin tahuan besar sehingga memotivasi dirinya untuk terus belajar serta menuntut ilmu. Mereka mampu mencerna ilmu dengan cepat serta bisa membagi ilmunya tersebut.

Tetapi perlu kita ketahui sahabat, bahwa ilmu bisa saja membawa kita semakin dekat dengan Ilahi namun bisa juga malah menjadikan kita dimurkai. Maka cobalah bertanya kemana ilmu itu membawamu?

Kemanakah ilmu yang kita dapat akan membawa kita? Gelar tinggi, menjadi pintar, cerdik, jenius atau apalah namanya itu boleh-boleh saja. namun bukan berarti kita lebih baik dari orang lain. Karena sebenarnya ilmu pengetahuan itu sangatlah luas, maka seharusnya semakin tinggi gelar kita semakin meras bodoh harusnya kita. Kenapa demikian? Karena yang namanya manusia seperti kita ini memang tidak tahu menahu soal apa-apa.

Ketika berada dalam majelis ilmu lalu pulang membawa apa yang dipelajari. Apa yang pertama kali kita rasakan ketika bertemu dengan mereka yang tidak tahu? Apakah kita merasa "ana khairu minhu (aku lebih baik darinya)". Jika iya, maka seketika itu kita telah menjadi sombong. Perkataan itulah yang dikatakan Iblis ketika diminta untuk memberi hormat pada Nabi Adam a.s, Iblis merasa lebih sempurna sehingga berucap demikian.

Namun jika ketika ilmu sudah ada dalam diri lalu lebih merasa rendah dan mendekatkan pada Allah, maka itulah ilmu yang sebenar-benar ilmu. Karena bersifat sombong hanya akan menghancurkan kita sendiri, istilah sederhananya adalah boomerang bagi kita. Maka kembalilah kita melakukan muhasabah diri agar menjadi insan terbaik. Teladanilah ilmu padi yang semakin merunduk ia semakin berisi.

Sekian dulu pembahasan sederhananya ya, semoga bermanfaat...

Kehilangan Serta Gantinya yang Terbaik

13:17 0
Kehilangan Serta Gantinya yang Terbaik
"...... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui." (Q.S Al-Baqarah; 216)
Kecewa, kesal, sedih dan marah selalu menghantui tatkala kita kehilangan sesuatu yang sangat disayang. Setiap insan manusia sudah tentu pernah mengalami kehilangan, mulai dari kehilangan kesempatan hingga yang paling menyakitkan yakni kehilangan orang yang disayang. Padahal sebenarnya sebagai seseorang yang memiliki keimanan, harusnya kita menanamkan sebuah keyakinan bahwa kehilangan itu akan digantikan dengan yang lebih baik oleh Allah.

Untuk Siapa Cintamu?

09:39 0
Untuk Siapa Cintamu
Setiap insan manusia sudah pasti memiliki rasa cinta dalam dirinya. Karena pada dasarnya rasa cinta itu ada dan tumbuh subur dalam setiap hati insan manusia. Dan cinta itulah anugerah terindah yang dititipkan Allah pada kita manusia. Cinta membuat manusia menjadi manusia seutuhnya.

Seperti yang pernah saya sampaikan pada artikel sebelumnya berjudul "Sudah Simpan Saja Cintamu", sudah saya paparkan bahwa keberadaan cinta bisa menjadi potensi maksiat dan bisa menjadi potensi ketaatan. Hal ini tergantung bagaimana kita memaknai dan memanage cinta dalam hati. Sungguhlah tidak mudah untuk memanage cinta dalam hati, maka berbahagialah mereka yang mampu memaknai dan memanage cintanya hingga bertemu di ujung penantian dengan tambatan hatinya. 

Lalu Untuk Siapa Sebenarnya Cinta itu?

"Salah seorang diantara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." (H.R Bukhari No. 13 dan Muslim No.45)

Hadist ini menjelaskan bahwa sempurnanya iman adalah ketika kita mencinati saudara seiman sebagaimana kita mencintai diri kita sendiri, dan tentunya cinta yang didasarkan atas kecintaan terhadap Allah SWT.

“Katakanlah: “jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik”. (Q.S At-Taubah: 24)

Kecintaan kita akan menjadi potensi taat ketika kesemua cinta itu didasarkan atas cinta kita terhadap Sang Maha Cinta. Oleh karenanya, ketika mencintai seseorang atau sesuatu hendaknya jangan sampai kecintaan kita melebihi cinta pada-Nya.

Salahkah jatuh cinta? Tentu tidak, asalkan tetap pada koridor yang ditetapkan. Karena cinta yang haqiqi hanya ada pada Allah and nothing else. Segala sesuatu akan meninggalkanmu suatu saat, harta akan habis, pakaian akan lapuk dan ketampanan akan sirna sesaat setelah melewati ambang batasnya. 

Ketika ada ketertarikan dan kemudian jatuh cinta terhadap seseorang. Cobalah untuk memperhatikan apa yang membuat hati kian tertarik apakah itu paras, akhlaq, agama atau apanya? Karena ketertarikan hati itu sudah pasti menuntun langkah kita, menyita waktu, perhatian bahkan energi. 

Apabila hati hanya tertarik pada keindahan fana (paras), maka resikonya adalah kekuatan diri akan habis lalu musnah seiring perjalanan kita menuju kematian. Dan yang namanya kematian tidak pernah ada yang tahu kapan, dimana serta dengan siapa kita saat itu. Namun apabila ketertarikan itu pada keindahan yang haqiqi, maka bahagia dan ketenangan jiwa senantiasa akan berada disamping kita serta setia berjalan berdampingan bersama kita. 

Jadi utuk siapa cintamu? Untuk yang fana atau haqiqi? Semua jawabannya ada dalam dirimu. 

Semoga bermanfaat, silahkan komen dan share jika dirasa bermanfaat.
SALAM LITERASI.....

Tak Perlu Menuntut Sempurna, Biarlah Cinta Menyempurnakannya

07:24 0
Tak Perlu Menuntut Sempurna
Dalam hal mencari pasangan, kita selalu menginginkan kesempurnaan dan hal ini memang wajar-wajar saja. Akan tetapi, sangat jarang diantara kita yang berpikir dahulu sebelum berkeinginan mendapatkan pasangan sempurna. Padahal, setiap insan tentu memiliki kekurangan dan kelebihan. Kalaupun kita menjumpai seseorang yang sempurna dalam anggapan kita, hal itu hanyalah sepersekian dari perjumpaan.

Menuntut pasangan menjadi sempurna adalah tindakan yang akan menjadi bumerang bagi kita sendiri. Ya, bagaimana jika pasagan kita juga menuntut hal yang sama? Sudah sempurnakah kita? bagaimana dengan egoisme, indealis dan sifat lainnya dalam diri kita? Lantas apa yang membuat kita menuntut sebuah kesempurnaan?

Sudah Simpan Saja Cintamu

12:47 0
Simpan Saja Cintamu
"Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia, cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik" (Q.S Ali-Imran; 14)

Ayat ini menjelaskan dengan tegas bahwa rasa cinta dan sayang itu memang sudah menjadi fitrah manusia semenjak ia dilahirkan. Sifat dasar manusia adalah cenderung sangat mencintai lawan jenisnya, bangga dengan anak keturunannya, mengharapkan harta benda yang berlimpah dan mewah. Akan tetapi kesemuanya itu hanya bersifat sementara dan perlahan akan sirna. Keindahan abadi adalah kelak ketika diakhirat, saat berada di taman-taman surga bersama orang yang dicintai dan amal yang dibawa.

Pacaran No, Ta'aruf Yes

12:50 0
Sahabat, Terima kasih sudah berkenan kembali membaca ulasan singkat dari saya. Kali ini kita akan sedikit mengulas tentang Ta'aruf. Oh ya, hal ini bukan berarti penulis artikel ini tahu segalanya. Hanya saja saya ingin sedikit mengulas pandangan saya mengenai pacaran dan ta'aruf. Jika ada yang keliru dalam pembahasan ini silahkan tinggalkan di komentar ya :D

PACARAN
Kata yang satu ini sangat-sangat fenomenal di kalangan anak muda, bahkan terkadang ada juga orang tua yang sangat mengerti alur pacaran. Pacaran sangat fenomenal, saking fenomenalnya bahkan banyak orang tua yang bertanya "nak, pacarmu mana? gak kamu kenalin ke mama?".

Cinta Dalam Diam

11:14 0
"Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang, maka Allah timpakan keatas kamu pedihnya sebuah pengharapan. Supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali kepada-Nya"
(Imam Syafi'i)

Cinta itu seperti halnya sebuah pengharapan, karena cinta akan selalu melakukan sesuatu demi yang dicintainya. Jangan sampai kita menjadi pribadi yang diperbudak cinta hingga akhirnya nanti akan merasakan pedihnya sebuah pengharapan. Kenapa demikian? Karena menyandarkan sebuah pengharapan kepada mahluk hanya akan membuahkan sebuah kekecewaan sahabat, pengharapan satu-satunya yang tidak pernah mengecewakan pencintanya adalah Allah SWT.

Bagaimana jika jatuh cinta pada dia yang terlihat baik?

"Kalau benar cinta maka sudah dipastikan kamu sedang sakit, karena cinta pada lawa jenis itu adalah penyakit. Satu-satunya obat dari penyakit yang meradang ini hanyalah 'MENIKAH' begitulah Rasulallah berpesan"

Tapi belum siap menikah, lalu apa solusinya?
"Perbaiki dirimu karena jodoh itu sudah ditentukan, maka jangan sibuk mencari tetapi sibuklah dalam memperbaiki diri. lalu cintai dia dalam diammu"

Cinta Dalam Diam
Cinta tidak pernah memilih siapa, kapan, dimana dan bagaimana ia akan muncul dalam diri. Maka kesemuanya adalah kembali pada diri kita pribadi, apakah akan menguasai cinta ataukah dikuasai cinta. 

Jangan sekali-kali kita merusak citra cinta, karena sesungguhnya cinta itu adalah fitrah. Yang harus kita lakukan adalah dengan belajar mengendalikan fitrah cinta itu hingga tiba masanya nanti. Jangan sesekali kita menodainya dengan mencintai seseorang secara salah, jika tidak ingin Allah cemburu. 

Cinta yang tidak ternodai itu Seindah cinta yang dimiliki oleh Ali dan Fatimah. Mereka menyimpan cinta mereka dalam diam, hanya doalah yang menjadi jalan agar rasa itu tetap dapat terjaga kesuciannya. itulah sebenarnya Cinta Dalam Diam

karena Cinta dalam diam itu indah. Diam dalam kata namun tetap menggema dalam do'a. Tak pernah terucap, sekalinya terucap langsung tepat pada waktunya. Sungguh indah cinta dalam diam itu sahabat. Karena cinta dalam diam itu tidak pernah terlalu berharap, maka ketika merasakan pedihnya pengharapan kepada manusia, dengan cepat sakit itu sembuh dengan sendirinya. Karena pengharapannya hanya disandarkan pada satu cinta, yakni Allah. 

Karena mereka yang mencintai dalam diam tidak akan sibuk mencari, tetapi lebih sibuk memperbaiki dirinya. Mereka yang mencintai dalam diam tahu bahwa ia tidak hanya harus mendapatkan yang terbaik tetapi harus siap menjadi pilihan terbaik. Karena mereka yang mencintai dalam diam adalah mereka yang meminta pada Allah bukan nama tetapi ia meminta pilihan terbaik serta dijadikan pilihan terbaik.

Sekian dulu ya, pembahasan sederhana mengenai Cinta dalam Diam....
Semoga Bermanfaat....
Salam Literasi

Jodoh Itu Soal Pilihan

18:52 0
 "Menikah adalah nasip, mencintai adalah takdir. Kau bisa berencana menikah dengan siapa tapi tak bisa kau rencanakan cintamu untuk siapa" (Sujiwo Tejo)

Membahas perihal jodoh, menikah dan cinta memang tidak akan ada habisnya, tapi percayalah bahwa jodoh itu sudah digariskan. Seperti ungkapan dari Mbah Sujiwo Tejo bahwa menikah itu adalah nasip, artinya nasip yang bisa kita rubah. Setiap insan manusia memang dikaruniakan cinta untuknya, tapi apakah kita menjadi budak cinta ataukah menguasai cinta itu sendiri.

Belajar Cara Menulis Review Film

12:25 0


Mereview sebuah film adalah sebuah pekerjaan yang menarik, terlepas dari fakta apakah film tersebut rekomendasi untuk ditonton ataukah monoton. Beberapa orang yang menulis review film kadang hanya berpaku pada nilai negatif saja. Padahal, sebuah review film seharusnya memiliki sifat menghibur, memberikan informasi, serta argumen orisinalitas tanpa menceritakan keseluruhan alur. Jika di samakan dengan buku, maka review film ini akan terlihat seperti sinopsis yang berisi ulasan sederhana namun komplit.