Jodoh Itu Soal Pilihan

 "Menikah adalah nasip, mencintai adalah takdir. Kau bisa berencana menikah dengan siapa tapi tak bisa kau rencanakan cintamu untuk siapa" (Sujiwo Tejo)

Membahas perihal jodoh, menikah dan cinta memang tidak akan ada habisnya, tapi percayalah bahwa jodoh itu sudah digariskan. Seperti ungkapan dari Mbah Sujiwo Tejo bahwa menikah itu adalah nasip, artinya nasip yang bisa kita rubah. Setiap insan manusia memang dikaruniakan cinta untuknya, tapi apakah kita menjadi budak cinta ataukah menguasai cinta itu sendiri.

Setiap kita pasti sudah pernah membaca maupun mendengar satu ayat Al-Qur'an yang menyatakan bahwa setiap mahluk di dunia ini diciptakan berpasang-pasangan. Jika kita fokuskan perihal jodoh terhadap lawan jenis maka hal ini akan menjadi lain ceritanya. Silahkan baca lagi satu ayat mengenai "Perempuan baik untuk lelaki yang baik, dan begitu pula sebaliknya"
Dari pembahasan perempuan baik untuk lelaki yang baik ini, dapat kita tarik garis merah bahwa perihal jodoh itu adalah pilihan. 

Kenapa Jodoh itu adalah soal pilihan? karena semua selalu menginginkan jodoh terbaik tentunya.

Perihal Sebuah Pilihan
Memilih jodoh itu bukan perkara mendapatkan yang terbaik atau mendapatkan sisa. Bukan!! Jodoh dalam Islam bukan seperti itu sahabat, tetapi jodoh dalam islam itu adalah sebuah pilihan. Ya, Soal pilihan untuk mendapatkan jodoh terbaik atau menjadi yang terbaik.

Bukankah lawan dari baik adalah tidak baik? Lantas kenapa perbandingannya menjadi demikian?

Jawabannya adalah segala sesuatu yang dikaruniakan kepada manusia, maka itulah yang terbaik untuknya. Ketahuilah sahabat bahwa kita adalah umat terbaik dari sekian banyak umat di dunia. Maka sudah sepantasnya kita mendapatkan yang terbaik dan menjadi yang terbaik.
Terkadang, banyak diantara kita hanya memiliki keinginan untuk mendapatkan jodoh terbaik tanpa memikirkan untuk menjadi pilihan terbaik. Padahal, untuk mendapatkan jodoh terbaik kita harus lebih dulu mempersiapkan diri untuk menjadi pilihan yang terbaik. 

Bagaimana ikhtiar kita untuk bisa mendapatkan jodoh terbaik atau menjadi yang terbaik?

Semuanya harus kita kembalikan pada pribadi kita masing-masing, sudahkah kita menjadi baik? Jika belum, maka bersegeralah mempersiapkan diri dengan banyak-banyak bermuhasabah. Jika sudah merasa baik, maka coba lihat hatimu. Sudah pantaskan diri yang penuh dosa ini menjadi baik? ataukah hanya baik dalam pandangan kita dan sahabat namun belum baik dalam pandangan Allah? 

Maka dari itu sahabat, perbanyaklah bermuhasabah. luruskan niat. Jangan pernah menganggap diri kita sudah baik padahal masih dalam kondisi yang mengenaskan. Mari kita sama-sama bermuhasabah untuk meraih sebenar-benarnya cinta dan mendapatkan yang terbaik dengan menjadi pilihan terbaik. 

Sekian dulu dari saya, Catatan pentingnya adalah "Jangan terlalu memikirkan jodoh terbaik untuk kita lalu lupa mempersiapkan diri menjadi jodoh terbaik" 
So, Sahabat bisa simpulkan sendiri....

Terimakasih sudah sudi mampir dan membaca ulasan singkat 
Salam Literasi....

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar, jangan lupa follow twitter @ilhamsadly, Instagram @ilhamsadli atau subscribe email anda untuk mendapatkan update terbaru. Terimakasih sudah berkunjung