Kehilangan Serta Gantinya yang Terbaik

Kehilangan Serta Gantinya yang Terbaik
"...... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui." (Q.S Al-Baqarah; 216)
Kecewa, kesal, sedih dan marah selalu menghantui tatkala kita kehilangan sesuatu yang sangat disayang. Setiap insan manusia sudah tentu pernah mengalami kehilangan, mulai dari kehilangan kesempatan hingga yang paling menyakitkan yakni kehilangan orang yang disayang. Padahal sebenarnya sebagai seseorang yang memiliki keimanan, harusnya kita menanamkan sebuah keyakinan bahwa kehilangan itu akan digantikan dengan yang lebih baik oleh Allah.

Kecewa memang pahit, tetapi ketika keyakinan itu sudah kokoh berdiri dalam hati maka sesuatu yang pahitpun bisa menjadi obat. Karena keyakinan sudah melekat erat dalam diri bahwa kehilangan itu akan segera digantikan dengan pilihan yang terbaik. 

Ketika kehilangan biasanya sangat sulit untuk kita merelakan, melepaskan atau bahkan mengikhlaskan seseorang yang hilang. Hati yang sudah kadung terpaut dengannya, pengaharapan sudah terbangun megah bakan rasa dalam sukmanya sudah tinggi menjulang. Jika sudah demikian, maka bersiaplah kita untuk merasakan pedihnya sebuah pengharapan. Maka tanamkan dalam hati bahwa segala sesuatu yang hilang akan digantikan dengan yang lebih baik. Karena Allah tau apa yang lebih baik untuk hamba-Nya.

Pernah dikisahkan seorang sahabat Rasulallah, bahwa ketika doanya terkabul maka sahabat merasa bahagia, dan ketika doanya tidak terijabah justru ia bergembira. Alasannya hanya satu, yakni keyakinan bahwa Allah tahu dan akan memberikan yang terbaik untuknya sangat besar dalam dirinya.   

Sebagai seorang muslim tentu kita harus selalu mengambil ibrah dari masa lalu, misalkan kisah Ummu Salamah r.a yang kehilangan Abu Salamah dalam peperangan. Dikisahkan Ummu Salamah r.a kehilangan Abu Salamah yang gugur di medan perang dalam jihad fi sabilillah. Ketika itu Rasulallah SAW hendak memberikan kepadangan sebuah do'a 
"Allahumma'jurni fi musibati wa akhluf li khairan minha."
artinya "Ya Allah, berikanlah aku pahala di dalam musibah ini dan digantikan untukku yang lebih baik darinya".

Ummu Salam mengatakan, "siapa yang lebih baik dari Abu salamah? Tapi Rasulallah SAW nmengajarkan do'a itu maka kubaca." Ternyata do'a Ummu Salamah diijabah Allah dan akhirnya digantikanlah Abu Salamah dengan Rasulallah SAW yang kemudian melamar Ummu Salamah.

Jadi kesimpulannya adalah tanamkan keyakinan ini dalam diri. Jangan sampai kita kehilangan sesuatu lalu kehilangan keyakinan akan dekatnya pertolongan Allah. Bukankah lebih baik kita kehilangan sesuatu karena Allah daripada kehilangan Allah karena sesuatu.

Sekian dulu ya, sedikit bahasan mengenai kehilangan serta gantinya yang terbaik....
Jika dirasa bermanfaat, silahkan di share...
Terima kasih sudah bersedia membaca....

SALAM LITERASI...

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar, jangan lupa follow twitter @ilhamsadly, Instagram @ilhamsadli atau subscribe email anda untuk mendapatkan update terbaru. Terimakasih sudah berkunjung