Tak Perlu Menuntut Sempurna, Biarlah Cinta Menyempurnakannya

Tak Perlu Menuntut Sempurna
Dalam hal mencari pasangan, kita selalu menginginkan kesempurnaan dan hal ini memang wajar-wajar saja. Akan tetapi, sangat jarang diantara kita yang berpikir dahulu sebelum berkeinginan mendapatkan pasangan sempurna. Padahal, setiap insan tentu memiliki kekurangan dan kelebihan. Kalaupun kita menjumpai seseorang yang sempurna dalam anggapan kita, hal itu hanyalah sepersekian dari perjumpaan.

Menuntut pasangan menjadi sempurna adalah tindakan yang akan menjadi bumerang bagi kita sendiri. Ya, bagaimana jika pasagan kita juga menuntut hal yang sama? Sudah sempurnakah kita? bagaimana dengan egoisme, indealis dan sifat lainnya dalam diri kita? Lantas apa yang membuat kita menuntut sebuah kesempurnaan?
Jadi, persoalan cinta mencintai tidak perlu dititik beratkan pada kesempurnaan. Tidak perlu juga dititik beratkan pada kelebihan atau kekurangan, karena cinta itu menerima kelebihan dan kekurangan seseorang. 

Menuntut kesempurnaan hanya akan membuat kita tersiksa oleh sakitnya sebuah pengharapan, misalnya nantinya akan kita temukan sedikit cacat dalam pasangan. Idealis boleh, tapi sadar diri dong. Menginginkan yang sempurna tidak dilarang, tetapi sudah sempurnakah kita? Karena soal cinta itu bukan hanya kepuasan dan kenyamanan diri sendiri tetapi juga kenyamanan antara dua sejoli.

Cinta itu menyempurnakan
Romantis itu bukan dengan membuat-buat, tetapi romantis yang sebenarnya adalah ketika kita mampu memahami satu sama lain dalam sebuah hubungan. Cinta itu tidak pernah memandang siapa dan kapa, karena ia bisa hadir kapan saja ia mau dan pergi sesuai keinginannya. Namun, ketika cinta sudah ada dalam hati, sungguh semua kekurangan seseorang menjadi sebuah kelebihan. Suara yang cempreng saja bisa terdengar sangat merdu bagi ia yang dimabuk cinta. Hidung yang pesek menjadi lebih seksi untuk mereka dengan pandangan penuh cinta dalam setiap tatapannya.

Karena begitulah cinta, saling melengkapi dan menyempurnakan satu sama lain. Pernahkah sahabat baca kisah seorang yang buta menikah dengan seseorang pengidap tuli, kehidupan mereka penuh dengan kebahagiaan karena cinta ada dan tumbuh subur dalam hubungan mereka. Itulah cinta yang sesungguhnya. Pertanyaannya, apakah mereka sempurna? Mungkin kebanyakan dari kita akan mengatakan mereka jauh dari sempurna, tetapi sebenarnya mereka sempurna karena cinta yang ada dalam diri mereka.

So, tak perlu menuntut sebuah kesempurnaan dari pasangan dan biarlah cinta menyempurnakannya.
Hari ini cukup sedikit ini saja ya, terima kasih sudah membaca. Semoga bisa bermanfaat.
Silahkan di share jika dirasa bermanfaat....

SALAM LITERASI....

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar, jangan lupa follow twitter @ilhamsadly, Instagram @ilhamsadli atau subscribe email anda untuk mendapatkan update terbaru. Terimakasih sudah berkunjung