Pacaran No, Ta'aruf Yes

Sahabat, Terima kasih sudah berkenan kembali membaca ulasan singkat dari saya. Kali ini kita akan sedikit mengulas tentang Ta'aruf. Oh ya, hal ini bukan berarti penulis artikel ini tahu segalanya. Hanya saja saya ingin sedikit mengulas pandangan saya mengenai pacaran dan ta'aruf. Jika ada yang keliru dalam pembahasan ini silahkan tinggalkan di komentar ya :D

PACARAN
Kata yang satu ini sangat-sangat fenomenal di kalangan anak muda, bahkan terkadang ada juga orang tua yang sangat mengerti alur pacaran. Pacaran sangat fenomenal, saking fenomenalnya bahkan banyak orang tua yang bertanya "nak, pacarmu mana? gak kamu kenalin ke mama?".
Miris bukan? Sebuah fakta menarik menyatakan bahwa rata-rata anak SMA sudah pacaran, lebih mengejutkan lagi adalah mereka yang masih SMP bahkan SD sudah mengenal pacaran. Coba kita sedikit menengok pengertian pacaran di wikipedia. 
"Pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan."

Tolong untuk digaris bawahi pada kata-kata terakhir "menuju tahap berkeluarga". Nah, yang menjadi pertanyaan besarnya adalah mereka yang belum siap berkeluarga berarti belum boleh pacaran? namun nyatanya berbeda, malah mereka yang belum siap menikah menjadi sangat paham dan mengerti pacaran bahkan bisa dikatakan mereka lebih berpengalaman. Kalau dari pengertiannya saja kita tidak bisa memenuhi lantas buat apa pacaran? buat senang-senang? buat ngisi waktu luang? biar ada yang perhatia? atau apalah alasannya, tetapi mohon untuk dikembalikan kepada pengertiannya ya..

Lalu bagaimana cara ketika mencintai seseorang? ya sudah kalau memang sudah siap maka datangi walinya. satu catatan penting adalah jika tidak siap menikahinya maka jangan sesekali kau sentuh hatinya. 
Terus? Solusinya apa?
Islam memperkenalkan Ta'aruf sebagai proses mendapatkan cinta-Nya dan cintanya.

TA'ARUF
Islam sagat menjunjung tinggi harga diri seorang wanita, hal ini dengan adanya proses ta'aruf yang diajarkan Rasulallah sebelum beranjak ke pernikahan. 
Ta'aruf itu adalah proses perkenalan sebelum prosesi pernikahan, jika memang salah satu atau dari keduanya merasa tidak cocok maka bisa menyudahri ta'aruf itu. Namun berbeda halnya dengan pacaran yang merasa terikat sebuah rasa, maka ketika salah satunya merasa tidak cocok otomatis akan ada salah satu pihak yang merasakan pedihnya sebuah pengharapan. Sedangkan dari sebuah proses ta'aruf tidak ada yang tersakiti.

Dalam ta'aruf, dua sejoli haruslah memberikan data diri lengkap. Memberitahukan kelebihan serta kekurangannya, dan informasi tersebut tidak hanya dari pribadi seorang saja melainkan dari beberapa sumber terpercaya. Sedangkan dalam pacaran itu biasanya hanya memperlihatkan kebaikannya saja.
Kalau langsung ditemuka kecocokan biasanya waktu tenggang untuk menuju Khitbah (lamaran), kemudian tenggang untuk proses pernikahan tidak terlalu lama dengan kata lain sudah ada tenggang waktunya berdasarkan kesepakatan dan kesiapan sang lelaki.

Jadi sahabat? katakan NO pada PACARAN dan YES untuk Ta'aruf. Karena setelah pernikahan itu nikmat (kata mereka yang sudah mengalaminya). It's not me O.K, I am just write this story

Pilih yang serius dan pasti atau memilih yang semu tanpa sebuah kepastian? Semua jawaban dan pandangan kembali padamu sahabat...

Sekian sedikit ulasan dari saya, semoga bermanfaat....
SALAM LITERASI.....

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar, jangan lupa follow twitter @ilhamsadly, Instagram @ilhamsadli atau subscribe email anda untuk mendapatkan update terbaru. Terimakasih sudah berkunjung