4 Ketakutan Seseorang Penulis Pemula Ketika Akan Berkarya

"Sesuatu yang sulit akan menjadi sulit jika kita mengatakan bahwa itu sulit, namun sesuatu akan menjadi mudah jika kita mengatakan bahwa hal itu mudah"

Siapa sih yang tidak mau menjadi seorang penulis sukses, seseorang dengan karir melejit dan dikenal diseluruh pelosok negeri. Ia yang dulu dianggap bukan siapa-siapa lalu berbalik menjadi terkenal dengan nama terpampang rapi dalam setiap rak buku. Ia banyak diundang dalam seminar atau membedah karyanya yang menjulang, menjadi motivasi serta membuka wawasan orang-orang disekitarnya. Ia yang bukan siapa-siapa kemudian menjadi ingin sekali didengar pendapatnya sehingga mampu memberi inspirasi bagi sesamanya. Itulah dia seorang penulis sukses.

Namun ketahuilah sahabat, kesemuanya itu tidak terjadi secara serta-merta. Karena benih padi tidak akan tumbuh begitu saja tanpa sebuah proses dan benih yang baik. Artinya adalah butuh proses panjang untuk bisa menjadi seorang penulis sukses. Banyak sekali penulis sukses yang namanya selalu memenuhi rak baca seperti bukunya Asma Nadia, Tere Liye, Boy Candra, Pidi Baiq, Dee Lestari, Kang Abik, Andrea Hirata, Sinta Yudisia dan beberapa penulis terkenal lainnya. Penulis sukses seperti beliau juga pernah merasakan menjadi seorang penulis pemula seperti kita yang mempunyai impian menjadi penulis besar. Akan tetapi satu hal yang membuat beliau bertahan dan menjadi penulis terkenal di Nusantara adalah ketekunan serta keinginan untuk tetap berkarya.

Penulis pemula selalu memiliki ketakutan ini dalam dirinya sehingga menghambatnya untuk mulai berkarya, namun jika bisa melewatai serta mengatasi ketakutan ini maka hal itu adalah langkah kecil untuk menuju sebuah kesuksesan.

1. Takut Tulisannya Tidak Bagus
Ketakutan pertama bagi seorang penulis pemula yakni tulisan yang tidak bagus atau kualitasnya rendah sehingga pembaca malas untuk membacanya. Dalam posisi ini ada 2 pilihan yakni terus belajar atau mengakhiri mimpi menjadi seorang penulis. Jika pilihan sahabat adalah berhenti menulis, maka sudah dipastikan sahabat tetap akan menjadi seperti itu. Karena hanya sepersekian orang yang tulisannya langsung barkualitas tinggi, karena memang semua itu butuh proses yang panjang. Pabila sahabat memilih tetap bertahan dan terus mencoba, maka bersiaplah menerima manisnya belajar karena sudah pasti tulisan kita akan terus berkembang. Ingatlah bahwa sekolahnya penulis itu adalah membaca dan terus menulis.

2. Tulisannya Tidak Diterima Masyarakat
Ketakutan kedua yakni tulisan yang tidak diterima di masyarakat. Sebenarnya hal ini bergantung pada bagaimana kita memperkenalkan tulisan tersebut. Tentunya dengan kita memprediksi bagaimana respon masyarakat dengan tulisan kita. Logika sederhananya adalah seperti bagaimana kita memasarkan barang dagangan kita, bagaimana kita memfokuskan dagangan dimana. Jual barang-barang klask kepada mereka yang suka mengkoleksi barang klasik. Intinya adalah pembaca seperti apa yang ingin kita tuju, apakah remaja, dewasa, anak-anak atau siapa. Maka langkah yang kita lakukan adalah menyesuaikan dengan target pembaca dan mempromosikan pada tempat yang tepat.
3. Tulisnnya Mendapatkan Respon Negatif
Ketakutan selanjutnya adalah takut tulisannya mendapatkan respon negatif dari orang sekitar. Hal ini sebenarnya adalah seperti point ke-2 yakni tepat tidaknya kita mempromosika tulisan tersebut. Dan kalaupun saja ada yang merespon negatif maka biarkanlah demikian, karena mereka yang merespon negatif adalah yang nyinyir karena belum bisa seperti kita. Ya, mereka sebenarnya iri akan keberanian kita untuk memulai langkah awal menjadi seorang penulis dan mereka masih belum punya keberanian. Jadi, biarka semua respon itu menjadi penyemangat serta motivasi kita untuk terus berkembang.

4. Mendapatkan Kritik
Ketakutan Terakhir versi blog sadli adalah ketakutan untuk mendapatkan kritik dari pembaca. Padahal pada dasarnya kritik dalam tulisan itu sangat diperlukan, karena hanya orang-orang hebat dan mau berkembang yang mampu menerima kritik. Kritik dari pembaca sangatlah penting dalam perkembangan tulisan kita, karena mereka memberikan masukan secara tidak langsung bagaimana seharusnya tulisan kita agar layak menurut mereka dan menurut banyak pihak. So, jangan merasa kecil atau minder ketika tulisan kita dikritik karena kritik itu selalu memberikan solusi bagaiman kita seharusnya walaupun hanya dalam pesan yang tersirat. 

Setelah kita mampu mengatasi ketakutan ini, maka sudah bisa dipastikan bahwa tulisan kita akan mengalami proses perkembangan yang bagus. Karena hal ini bukan menjadi penghalang melainkan menjadi jembatan menuju kesuksesan dalam dunia literasi. 
Sekian dulu sedikit sharing dari saya. 

Jika dirasa bermanfaat bisa sahabat share dengan menekan tombol share... 

Salam Literasi......

1 comment:

  1. Sangat Menginsfirasi Lanjutkan karya karya nya mas, Semoga Sukses ..

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar, jangan lupa follow twitter @ilhamsadly, Instagram @ilhamsadli atau subscribe email anda untuk mendapatkan update terbaru. Terimakasih sudah berkunjung