Ilhamsadli.com,- Banyak yang tidak tahu bahwa vaksin difteri perlu diulang. Berikut penjelasan soal kapan saja pengulangan vaksin difteri.

Setelah lama tak terdengar, difteri sempat menggegerkan Indonesia lagi pada 2018. Penyebabnya karena kurangnya pengawasan terhadap pemberian vaksin difteri pada anak. Pertanyaannya: Perlukah pengulangan vaksin difteri ketika sudah dewasa?

Menurut dr. Kartika Mayasari dari KlikDokter, difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Penyakit ini mempunyai gejala khas yaitu demam disertai rasa nyeri pada saat menelan dan terdapat lapisan abu-abu tebal pada tenggorokan yang akan berdarah jika berusaha dilepaskan.
Kapan Perlu Melakukan Pengulangan Vaksin Difteri?
Anda sebenarnya sudah bisa menghindari penyakit ini lewat vaksin DPT yang Anda dapatkan sejak kecil atau bayi. Pemberian vaksin difteri pertama dimulai pada saat bayi berusia 2 bulan dan diberikan bersamaan dengan vaksin pertusis serta tetanus (vaksin DPT I).

Dua bulan kemudian, anak Anda harus mendapatkan vaksin ulang (vaksin DPT II). Selanjutnya pengulangan dilakukan lagi saat anak berumur 3 bulan atau 4 minggu dari pemberian vaksin yang kedua (vaksin DPT III).

Lalu, anak yang sudah berusia 18 bulan juga mesti mendapatkan vaksin DPT yang keempat. Terakhir, anak Anda harus mendapatkan vaksin DPT lagi pada usia 5 tahun. Total diberikannya vaksin DPT adalah sebanyak lima kali sampai anak berumur 5 tahun.
Kapan Perlu Melakukan Pengulangan Vaksin Difteri?
Kemudian, anak usia sekolah 7-8 tahun juga mesti mendapatkan vaksin difteri. Hanya saja, tanpa vaksin pertusis.  Ini karena penyakit tersebut jarang diderita oleh anak di atas umur 5 tahun. Pada masa anak berumur 7-8 tahun Anda harus memberikan 1 kali vaksin Dt (Difteri dan Tetanus).

Tapi tidak berakhir sampai di situ, pemberian vaksin Dt juga diberikan ketika anak berusia 18 tahun. Ini adalah hal yang jarang diketahui. Perbedaan antara Dt yang diberikan pada anak umur 7-8 tahun dan yang diberikan pada saat remaja terletak pada dosis vaksin difteri yang diberikan. Vaksin ini harus diberikan atau diulang setiap 10 tahun.

Sudah jelas sekarang pengulangan vaksin difteri. Dengan begini, kasus pada 2018 bisa ditekan dan berharap tidak ada kasus lainnya pada tahun-tahun mendatang.