La Tahzan, Karena Allah Selalu Bersamamu

11:05 0
Blogsadli,- Bahagia, sedih, kecewa. Ketiga kejadian ini adalah bumbu pelengkap sehingga kehidupan manusia menjadi lebih sempurna. Jangankan kehidupan, makanan saja ketika tidak diberi bumbu akan terasa hambar. Tetapi, banyak di antara kita malah menjadikan masalah sebagai musuh. Artinya, tidak sedikit diantara kita yang ketika di hadapkan dengan sebuah problematika kehidupan malah melontarkan sumpah serapah. Saking marahnya, kadang juga kita lupa bahwa setiap ujian itu punya makna dan menguatkan kita.

La Tahzan, Karena Allah Selalu Bersamamu

Tak Selamanya Langit Itu Mendung

Setiap masalah diciptakan bersama dengan solusinya. Jadi jangan pernah beranggapan bahwa Allah telah memberikan sebuah masalah kepada kita yang lemah. Jangan sampai kita lupa bahwa Allah memberikan masalah itu kepada kita karena Dia tahu hanya kita sendiri yang mampu mengatasi masalah itu. Mari kita kembali ke masa lalu. Ketika sahabat masih SD, untuk naik kelas maka perlu sebuah saringan karena tidak semua bisa langsung masuk kelas berikutnya dengan sesuka hati. Semua ada aturannya, dan aturan yang diterapkan adalah menghadapi ujian. Jika lolos dari ujian tersebut, maka kita akan naik ke kelas berikutnya. Tetapi akan berbeda ketika sahabat tidak berhasil menyelesaikan ujian dengan baik, maka bersiaplah untuk bersama dengan orang dari kelas sebelumnya bergabung bersama sahabat.

La Tahzan, karena semua masalah pasti akan ada ujungnya. Bahkan langit saja tidak selamanya mendung, karena setelah mendung bisa jadi muncul pelangi atau mentari telah siap tersenyum pada kita. Setiap awal pasti memiliki ujung. Namun seberapa banyak diantara kita yang terjebak dalam lupa bahwa semakin tinggi sebuah pohon, maka angin yang menerpa akan semakin keras. Masalah ada untuk menguatkan, menaikkan taraf hidup hingga meningkatkan kualitas dalam diri. Kenapa saya katakan demikian? karena saya memandang dari sudut positifnya.

Patah Akan Tumbuh, Hilang Akan Terganti

Untukmu yang sedang patah hati. La Tahzan percayalah bahwa sakitnya patah hati akan menjadi sebuah kekuatan tersendiri dalam hidup sahabat. Patah hati mengajarkan banyak hal dalam hidup, betapa sebenarnya diri jauh dari kata baik. Karena mereka yang berpindah ke lain hati karena merasa ada yang lebih baik daripada kita, dan itulah kenyataannya. 

Kenapa Allah tidak membiarkan ia yang sahabat kagumi menjadi sepenuhnya milik sahabat? karena Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita harapkan. La Tahzan sahabat. Ketahuilah bahwa ketika patah hati, Allah menginginkan kita untuk lebih bersabar. Ya, bersabar menanti seseorang yang lebih baik dari apa yang kita inginkan. Yang tidak hanya membuat kita merasa bahagia, tetapi juga dengan bersama siapa pilihan-Nya akan membuat luka lama telah terobati sepenuhnya. Mungkin dengan memandang pilihan-Nya, kita akan merasa tentram, damai, bahkan merasa bahwa betapa dekatnya surga pabila kita berjalan berdampingan bersama pilihan-Nya.  
Baca Juga: Jodoh Terbaik Untukmu
La Tahzan duhai sahabat, karena Allah tahu mana yang terbaik untuk kita. Percayalah bahwa sesuatu yang patah akan tumbuh lagi, dan sesuatu yang hilang akan terganti. Tunas yang patah, akan menumbuhkan tunas baru yang bisa jadi lebih baik dan lebih indah dari tunas sebelumnya. Sesuatu yang hilang akan terganti. Ya, terganti dengan sesuatu yang tidak pernah kita duga-duga, sesuatu yang membuat kita lebih dekat dengan-Nya, sesuatu yang lebih baik. Asalkan kita percaya bahwa Allah selalu bersama kita.

Berhenti Berandai-andai

Tetapi tidak mudah untuk lepas dari jerat sakit hati. Apakah ada solusi instannya? Jawabannya tentu tidak, karena semua hal butuh proses. Langkah utamanya adalah berhenti berandai-andai, karena terlalu berandai-andai hanya akan membuat kita terperangkap dalam keterpurukan. Jalani apa adanya, yang sudah teradi biarlah menjadi pelajaran berharga untuk kita. Dan kembali lagi bahwa semua yang patah akan tumbuh dan yang hilang akan terganti. Maka Sahabat La Tahzan, Innalaha Ma'ana.
Baca Juga : Bersabarlah Dalam Penantian
Semoga artikel sederhana ini bermanfaat bagi teman-teman yang membaca, Terimakasih telah bersedia membaca.

SALAM LITERASI...

Bagaimana Islam Memaknai Cinta

11:18 0
Bagaimana islam menyikapi emosi cinta yang selalu membawa kebahagiaan, namun sering juga membawa malapetaka bagi pecinta maupun yang dicintainya, adakah cinta  yang sejati, dan bagaimana pula pengaruhnya terhadap manusia. Pada Pembahasan ini kita akan membahas bagaiaman islam memandang cinta itu sebenarnya. Memaknai cinta yang sebenarnya, tentu kita harus mengambil dari sumber yang yang benar pula, yakni Al-Qur’an dan Hadits. Karena apabila kita membicarakan mengenai maslah cinta maka yang paling pertama ada dalam fikiran kita adalah cinta terhadap lawan jenis maka agar kita tidak terjerumus dalam hal-hal yang memiliki mudharat yang besar, maka mari kita mulai membahasnya.

Penyesalan Itu Awal Perbaikan

13:47 0
Blogsadli,- Ketika gagal melakukan sesuatu, banyak diantara kita terjebak dalam penyesalan yang mendalam dan bermimpi untuk kembali memutar waktu. Berharap bisa memperbaiki kesalahan yang dilakukannya tersebut agar tidak ada penyesalan. Sebagai seorang muslim, kita diajarkan untuk tidak terpuruk dalam penyesalan. Karena ditakutkan akan membawa kehancuran secara perlahan namun pasti, karena seperti itulah arus yang dibawa dari sebuah penyesalan.

Penyesalan Itu Awal Perbaikan

“Duhai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya.” (Az-Zumar: 53)

Setiap insan pasti melakukan kesalahan, dan sebaik-baik yang melakukan kesalahan adalah yang segerea bertaubat, melakukan perbaikan. Sebagai seorang muslim, kita diajarkan untuk tetap berfikir positif terhadap apapun keputusan Allah. Jika itu tidak sesuai harapan kita maka, akan selalu ada hikmah dibalik semuanya itu. 

Karena kita manusia sungguh tidak tahu menahu mengenai masa depan, sedangkan Allah Maha Mengetahui. Kita ambil yang baik-baik lalu meninggalkan sesuatu yang tidak baik. Mengambil pelajaran dari kejadian pada masa lalu adalah cara kita memaknai sebuah kejadian sehingga menjadi sebuah pelajaran bagi kita. Tentu tidak mudah untuk menerima kenyataan, tetapi mau tidak mau harus begitu adanya. Allah menentukan apa-apa yang terbaik untuk hamba-Nya.

Istiqamah Dalam Kebaikan

Setiap manusia lemah dan tentu pernah melakukan kesalahan. Namun jika kita tetap istiqamah menuju kebaikan maka itu adalah cara terbaik. Karena Allah menyukai hamba-Nya yang tetap istiqamah dengan amalan-amalannya. Dan amalan yang pantas untuk manusia penuh dosa seperti kita adalah banyak-banyak istigfar. Jangan pernah kita beranggapan bahwa kesalahan kita tidak termaafkan, karena pintu maaf selalu terbuka lebar untuk kita. Seperti dijelaskan dalam hadist yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi r.a.

“Duhai anak adam, selama engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, aku akan mengampunimu sebanyak apapun dosamu dan Aku tidak peduli. Duhai anak adam, kalau toh dosa-dosamu setinggi langit kemudia kamu memohon ampunan kepada-Ku, Aku akan mengampunimu dan aku tidak peduli. Duhai anak adam, jika engkau mendatangiku dengan membawa dosa sepenuh bumi, kemudian engkau bersua dengan-Ku dengan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu apapun maka Aku pasti akan mendatangimu dengan membawa ampunan sepenuh bumi juga.” (HR. at-Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani)

Lalu kenapa kita masih ragu dan menunda untuk bertaubat? Apa yang membuat kita menahannya? Janganlah beranggapan untuk bertaubat dan memperbaiki segalanya ketika sudah tua nanti, karena tidak ada yang berani menjamin sampai kapan kita bisa bernafas lega. oleh karenanya sahabat, mari kita banyak-banyak beristigfar dan berdoa. Dan tetap yakin bahwa sebuah penyesalan adalah awal dari perbaikan.

Sahabat sudah pasti sudah tidak asing dengan kisah-kisah para Sahabat Rasulallah, yang dahulunya melakukan kesalahan. Beliau-beliau kemudian menyesali kesalahannya lalu segera memperbaikinya karena beliau sadar bahwa penyesalan adalah sebuah awal baru. Dan terpuruk dalam penyesalan hanya akan membuang waktu, sedangkan waktu itu sudah seperti ujung belati jika tidak bisa menggunakannya dengan baik maka bersiaplah untuk terluka oleh belati tersebut.

Sekian dulu bahasan sederhana mengenai penyesalan sebagai sebuah awal dari perbaikan. Semoga kita semua tetap menjadi insan-insan terbaik. Semoga apa yang kita baca selalu memberikan manfaat.

Terimakasih
Salam Literasi...

Dari Bandung Untuk Dunia

13:25 0
Blogsadli,- Forum Lingkar Pena adalah organisasi yang mengorganisir penulis-penulis hebat diseluruh Nusantara bahkan Dunia. Sederet nama-nama hebat lahir dari organisasi pengemban dakwah pena ini. Tidak hanya itu, bahkan mereka mengangkat nama organisasi Forum Lingkar Pena hingga menggema di seluruh dunia. Tentunya hal itu tidak lepas dari kerja keras para pendiri, pengurus pusat, dan pengurus wilayah hingga ke bagian cabang dan ranting. Sederet nama yang mungkin sudah tidak asing lagi seperti bunda Helvy Tiana Rossa, bunda Sinta Yudisia, bunda Asma Nadia, Teh Imun, Afifah Afrah, Kang Abik dan sederet nama penulis hebat lainnya adalah jebolan Forum Lingkar Pena. Beliau-beliau menyatukan visi dan misi untuk mencerahkan dan menggalangkan dakwah melalui tulisan.

Hingga saat ini baru terlahir empat generasi selama kurang lebih 20 tahun setelah berdirinya organisasi Forum Lingkar Pena. Tanggal 3-5 November kemarin adalah pemaparan sejauh mana program memajukan umat disampaikan oleh BPP (Badan Penguru Pusat) dibawah kepemimpian bunda Sinta Yudisia. Kami lebih menyebutnya sebagai hajatan para penulis nusantara, bukan musyawarah nasional. Karena ketika itu, yang banyak dilakukan adalah saling bertukar fikiran demik kemajuan organisasi. Dan pastinya untuk tujuan regenerasi dan melahirkan penulis-penulis berbakat diseluruh Nusantara dan menyatukan visi dibawah payung Forum Lingkar Pena.

Dari Bandung Untuk Dunia

Tiga hari itu adalah penentu bagaimana organisasi Forum Lingkar Pena kedepannya. Apakah organisasi ini akan berjalan ditempat atau melebarkan sayap-sayapnya. Namun, sebagian besar lebih memilih untuk melebarkan sayapnya dengan menjalin kerjasama dengan beberapa pihak demi kemakmuran anggota. Misalnya saja, kemarin sempat ada program menggalakkan tulisan di UC News, atau yang paling terbaru adalah bekerjasama dengan Forum Kaskus. Hal ini bertujuan untuk mengangkat kembali semangat-semangat para penulis nusantara, bahwa menjadi penulis itu harus tetap berkarya melalui media apapun asalkan tetap dalam koridornya. Maka ketika itu, Kota Bandung menjadi saksi bahwa kami organisasi Forum Lingkar Pena siap melahirkan bintang-bintang dengan visi mencerahkan, bukan menjatuhkan. 

Bandung menjadi tempat hajatan penulis-penulis Nusantara, dimana penulis dari sabang sampai merauke berkumpul untuk menyatukan visi dan membangun organisasi bersama. Ketika itu teman-teman FLP Jabar menjadi tuan rumahnya, sungguh banyak kekaguman kami berikan pada para tuan rumah. Dengan segala loyalitas dan waktu yang dimiliki bersdia direpotkan oleh sekian banyak peserta dari seluruh nusantara, tidak terbayang bagaiman susah dan repotnya meng-handle begitu banyak peserta dengan jumlah panitia yang minim. Tetapi begitulah hebatnya para tuan rumah menjamu tamunya hingga yang nampak hanyalah sebuah garis senyum simetris, bukan sebuah kepenatan. Tidak hanya para tuan rumah yang punya keramahan, kota Bandung juga punya keramahan dengan segala pernak-perniknya dan menambah kagum kami para peserta waktu itu. 

Penentu Masa Depan

Tidak bisa dipungkiri bahwa selama tiga hari itu adalah hari penentu masa depan sebuah organisasi. Para peserta hajatan mengusulkan siapa yang akan menjadi penentu masa depan dakwah pena ini. Semua berharap hanya akan ada satu suara dan satu nama yang muncul, tetapi muncul beberapa nama yang tidak asing bagi kami para peserta. Tidak asing karena sebenarnya kami ini adalah satu keluarga, yakni keluarga besar Forum Lingkar Pena. Mereka yang diusung menjadi "the next leader" setelah masa kepengurusan bunda Sinta Yudisia memang memiliki potensi-potensi luar biasa. Tetapi kembali lagi bahwa pemimpin hanyalah satu orang saja.

Karena sudah ditemukan beberapa nama, kemudian diputuskan untuk menentukan siapa "the next leader" dengan jalan footing. Sebelumnya tentu sudah disampaikan apa-apa gerakan dan gebrakan baru ketika nanti terpilih menjadi "the next leader". Setiap bait yang disampaikan para calon ini menarik perhatian setiap orang, lalu sempat terfikir bagaimana megahnya FLP jika ketiga program tersebut dijalankan bersama-sama. 

Siapa yang akan menduga kalau seorang Afifah Afra yang terpilih menjadi penentu masa depan. Seseorang yang bersahaja, berpengalaman dalam memimpin indiva sebagai CEO. Sudah jauh mengerti bagaimana FLP mulai dulu hingga sekarang, dan hal itu menjadi salah satu modal utama untuk bisa menentukan masa depan FLP menjadi lebih baik. Semoga pilihan semua menjadi pilihan yang terbaik. Dan satu pesan dari salah satu peserta yakni mengutip dari kisah Umar bin Khattab yakni Pemimpin adalah orang yang dahulu lapar. Kita doakan bersama semoga sang Srikandi terus menjadikan FLP menjadi lebih baik dan siap melebarkan sayapnya lalu terbang tinggi bersama angin.

Sebenarnya ada banyak hal yang bisa disampaikan dalam pembahasan ini, tetapi cukup demikian bahasan sederhana dan ringan dari blogsadli. Semoga sahabat tidak bosan membaca.

Terimakasih...
Salam Literasi...

Generasi Micin (Miskin Cinta) Aktivis Jaman Now

19:56 0
Blogsadli,- Baru-baru ini dunia internet dan media sosial diramaikan dengan bahasan Generasi Micin dan bahasan Jaman Now. Oleh karena itu, kali ini blogsadli juga akan sedikit membahas mengenai hal itu yakni generasi micin da jaman now, tetapi dalam sudut pandang lain (sudut pandang positif). Ide untuk membahas ini muncul ketika berada di Bandung kemarin, saat ada obrolan santai dengan para aktivis jomblo. 

Generasi Micin (Miskin Cinta) Aktivis Jaman Now

Micin yang akan kita bahas bukan micin yang sering dibicarakan dalam media sosial, tetapi micin yang kita bahas adalah sebuah singkatan dari miskin cinta (micin). Micin atau miskin cinta dalam aktivis jaman now adalah mereka-mereka yang masih menjomblo, dan masih mencari cinta. Dan pencarian ini masih belum menemukan benang merah, artinya dia masih bimbang antara bertahan ataukah mengakhiri masa jomblonya.

Aktivis jaman now adalah aktivis yang cepat sekali tersentil baper, sedikit-dikit baper tetapi belum berani mengatasi kebaperannya itu dengan tindakan yang pasti. Dan memang kondisi di lapangan mengatakan benar adanya mengenai banyaknya generasi micin yang bertebaran dalam aktivis jaman now. Kenapa kami menyebutnya sebagai generasi micin? Karena generasi micin adalah kata untuk sindiran halus para aktivis yang seringkali mencari-cari perhatian lawan jenisnya. Dan tidak kalah pentingnya lagi, adalah hanya sebagian kecil yang mampu menahan pandangan dalam kondisi seperti ini.

Sebenarnya bacaan ini tidak hanya diperuntukan untuk pembaca saja tetapi sekaligus sebagai bahan renungan penulis, karena termasuk dalam golongan jamaah generasi micin (miskin cinta). Miskin cinta karena hanya mampu memandang dari jauh seseorang yang disukainya. Miskin cinta karena hanya mampu menyebut namanya dalam do'a tanpa berani mengucapkan langsung dihdapannya. Miskin cinta itu ketika sulit memalingkan pandangan dari seseorang yang terlihat menarik perhatian. miskin cinta karena belum berani bertamu ke rumah calon mertua untuk meminang seseorang. Golongan-golongan seperti kami inilah yang sebenarnya generai micin (miskin cinta) dan membutuhkan sebuah gerakan serta langkah besar untuk segera mengakhiri zaman micin ini.

Akhir Kisah Generasi Micin

Generasi micin akan berakhir ketika sudah pada masanya, dan satu-satunya solusinya adalah dengan menikahkan para aktivis. Dengan demikian akan berkurang populasi micin.Tetapi bagaimana jika kita menginginkan seseorang namun tidak bisa kita dapatkan?

Ingatlah bahwa Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Solusinya adalah cari yang lain, karena mungkin usaha kita mencari belum maksimal. atau bisa juga karena jalan yang kita tempuh keliru atau bisa jadi juga seseorang yang lebih baik sedang dipersiapkan. Untuk itu tetaplah dalam kebaikan dan tetap berusaha menjaga (menundukkan pandanga). Karena perihal jodoh adalah pilihan (pilihan menjadi yang terbaik atau mendapatkan yang terbaik), maka yang perlu dilakuakn adalah terus memperbaiki diri.

Namun jika pada saatnya nanti yang kita dapatkan bukan apa yang kita harapkan maka disinilah berlaku quote dari sahabat kami Teguh Wibowo bahwa "tingkat paling tinggi dari cinta adalah ikhlas". Quote ini sederhana tetapi memiliki makna yang mendalam. intinya adalah jangan pernah berhenti berusaha dan memperbaiki diri, lalu jemput penyempurna agama itu dengan cara yang syar'i. Tidak butuh waktu yang lama, karena yang sudah pengalaman saja bisa 2 bulan langsung menetapkan dan memantapkan hati untuk menikah. Karena menikah adalah cara untuk menundukan pandangan dan menjaga diri dari fitnah.

Namun dalam kenyataannya, bukan berarti godaan menundukan pandangan berhenti sampai disitu. Tidak, melainkan godaan tersebut semakin besar. Ibarat sebuah pohon, semakin tinggi pohon tersebut maka angin yang menerpa juga akan semakin kencang. Kalau kata banyak orang, rumput tetangga akan selalu napak lebih hijau daripada rumput di rumah sendiri. Dan barang siapa yang mampu melewatinya maka insyaAllah surga menantinya.

Sekian dulu bahasan sedikit nyelekit tapi insyaAllah bisa bermanfaat. Sekian dan terimakasih
Salam Literasi.

Mengetuk Pintu Langit

11:32 0
Mengetuk Pintu Langit
Blogsadli,- “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina.” (Q.S Ghafir: 60)

Setiap insan manusia sudah tentu ingin harapannya segera terkabul, tetapi hanya sedikit yang berusaha keras untuk meraih harapannya. Sebuah mimpi dan harapan haruslah tetap didampingi oleh sebuah usaha dan tentunya do’a. Dan salah satu cara yang dicontohkan Rasulallah Saw adalah mengetuk pintu langit dengan menggemakan bait-bait do’a. Cukup katakan apa yang kita inginkan, lalu biarkan usaha kita tetap berjala adanya.

Mengetuk Pintu Langit

Sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah r.a bahwa Rasulallah Saw pernah bersabda.
 
“Siapapun yang menyatukan seluruh orientasinya pada urusan akhiratnya, niscaya Allah cukupi urusan dunianya. Adapun bila ia memecah orientasinya pada berbagai urusan dunia, maka Allah mencampakkannya sehingga tidak berkenan menolongnya, dimanapun ia ditempa binasa.” (H.R Ibnu Majah)

Berbagai cara dan tips mungkin pernah kita lakukan untuk bisa mendapatkan apa yang kita harapkan. Setiap apa yang dilakukan hingga kadang berdarah-darah, namun tetap saja hasilnya masih begitu-begitu saja. Bukan hanya persoalan mencari rizki, terkadang pencarian jodoh pun demikian. Hingga terkadang seseorang menjadi pesimis untuk mendapatkan jodoh terbaik menurutnya. Atau hati masih belum tentram dengan apa yang mungkin kita dapatkan, karena memang yang kita dapatkan itu bukanlah apa yang kita harapkan.

Mungkin kia lupa satu hal penting dala hidup yakni begaiamana Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Karena apa yang kita inginkan belum tentu menjadi apa yang kita butuhkan. Padahal hal itu sudah jelas dipaparkan dalam Al-qur’an Surah Al-Baqarah ayat 186;

“Dan Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon pada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepadaku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Q.S Al-Baqarah: 186)

Jurus paling jitu adalah dengan mengetuk pintu langit. Maka ketuklah pintu langit, Allah Swt. Akan membukanya dengan ramah, mempersilahkan kita masuk dan memberikan apa yang kita inginkan. Tetapi Dia tidak akan memberikan semuanya, Dia akan memilihkan do’a mana yang terbaik untuk kita. Karena Allah tahu mana yang baik dan tidak untuk kita manusia. Allah tahu masa depan, sedangkan kita tidak tahu menahu soal apapun.

Bagaimana harapan belum dikabulkan?

Jika kita mengetuk pintu langit, lalu masih belum diebrikan apa yang kita inginkan maka mungkin Allah mengabulkannya dengan cara lain. Cara lain itu adalah dengan mengabulkan langsung, menunda atau tidak mengabulkan. Allah membukakan pintu langit, itu artinya apa yang kita harapkan memang apa yang kita butuhkan. Jika harapan kita tertunda, maka mungkin Allah ingin melihat sejauh mana keinginan kita untuk apa yang kita harapkan tersebut. Maka tetaplah dalam jalannya dan usaha adalah kunci utamanya. Namun jika tetap saja Allah tidak mengabulkan harapan kita, maka Allah sudah tahu bahwa apa yang kita harapkan tidak kita butuhkan. Kita mengharapkan disegerakannya jodoh, tetapi Allah menginginkan kita bersabar dahulu dan dengan bersabar itu maka kita menjadi lebih dekat dengan-Nya. Atau  mungkin Allah berbaik hati menggantikannya dengan apa yang kita butuhkan.