Penyesalan Itu Awal Perbaikan

Blogsadli,- Ketika gagal melakukan sesuatu, banyak diantara kita terjebak dalam penyesalan yang mendalam dan bermimpi untuk kembali memutar waktu. Berharap bisa memperbaiki kesalahan yang dilakukannya tersebut agar tidak ada penyesalan. Sebagai seorang muslim, kita diajarkan untuk tidak terpuruk dalam penyesalan. Karena ditakutkan akan membawa kehancuran secara perlahan namun pasti, karena seperti itulah arus yang dibawa dari sebuah penyesalan.

Penyesalan Itu Awal Perbaikan

“Duhai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya.” (Az-Zumar: 53)

Setiap insan pasti melakukan kesalahan, dan sebaik-baik yang melakukan kesalahan adalah yang segerea bertaubat, melakukan perbaikan. Sebagai seorang muslim, kita diajarkan untuk tetap berfikir positif terhadap apapun keputusan Allah. Jika itu tidak sesuai harapan kita maka, akan selalu ada hikmah dibalik semuanya itu. 

Karena kita manusia sungguh tidak tahu menahu mengenai masa depan, sedangkan Allah Maha Mengetahui. Kita ambil yang baik-baik lalu meninggalkan sesuatu yang tidak baik. Mengambil pelajaran dari kejadian pada masa lalu adalah cara kita memaknai sebuah kejadian sehingga menjadi sebuah pelajaran bagi kita. Tentu tidak mudah untuk menerima kenyataan, tetapi mau tidak mau harus begitu adanya. Allah menentukan apa-apa yang terbaik untuk hamba-Nya.

Istiqamah Dalam Kebaikan

Setiap manusia lemah dan tentu pernah melakukan kesalahan. Namun jika kita tetap istiqamah menuju kebaikan maka itu adalah cara terbaik. Karena Allah menyukai hamba-Nya yang tetap istiqamah dengan amalan-amalannya. Dan amalan yang pantas untuk manusia penuh dosa seperti kita adalah banyak-banyak istigfar. Jangan pernah kita beranggapan bahwa kesalahan kita tidak termaafkan, karena pintu maaf selalu terbuka lebar untuk kita. Seperti dijelaskan dalam hadist yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi r.a.

“Duhai anak adam, selama engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, aku akan mengampunimu sebanyak apapun dosamu dan Aku tidak peduli. Duhai anak adam, kalau toh dosa-dosamu setinggi langit kemudia kamu memohon ampunan kepada-Ku, Aku akan mengampunimu dan aku tidak peduli. Duhai anak adam, jika engkau mendatangiku dengan membawa dosa sepenuh bumi, kemudian engkau bersua dengan-Ku dengan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu apapun maka Aku pasti akan mendatangimu dengan membawa ampunan sepenuh bumi juga.” (HR. at-Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani)

Lalu kenapa kita masih ragu dan menunda untuk bertaubat? Apa yang membuat kita menahannya? Janganlah beranggapan untuk bertaubat dan memperbaiki segalanya ketika sudah tua nanti, karena tidak ada yang berani menjamin sampai kapan kita bisa bernafas lega. oleh karenanya sahabat, mari kita banyak-banyak beristigfar dan berdoa. Dan tetap yakin bahwa sebuah penyesalan adalah awal dari perbaikan.

Sahabat sudah pasti sudah tidak asing dengan kisah-kisah para Sahabat Rasulallah, yang dahulunya melakukan kesalahan. Beliau-beliau kemudian menyesali kesalahannya lalu segera memperbaikinya karena beliau sadar bahwa penyesalan adalah sebuah awal baru. Dan terpuruk dalam penyesalan hanya akan membuang waktu, sedangkan waktu itu sudah seperti ujung belati jika tidak bisa menggunakannya dengan baik maka bersiaplah untuk terluka oleh belati tersebut.

Sekian dulu bahasan sederhana mengenai penyesalan sebagai sebuah awal dari perbaikan. Semoga kita semua tetap menjadi insan-insan terbaik. Semoga apa yang kita baca selalu memberikan manfaat.

Terimakasih
Salam Literasi...

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar, jangan lupa follow twitter @ilhamsadly, Instagram @ilhamsadli atau subscribe email anda untuk mendapatkan update terbaru. Terimakasih sudah berkunjung