Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi untuk OYPMK dan Disabilitas

Ilhamsadli.com,- Kesehatan menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam keshidupan. Meskipun memang terbilang penting, tetapi tetap saja ada hal yang berhubungan dengan kesehatan dibilang tabu apabila dibahas secara detail. Salah satu bahasan yang masih dianggap tabu tersebut adalah kesehatan seksual.

HKSR untuk OYPMK dan Disablitas
Mungkin salah satu sebab dianggap tabu adalah karena bahasan seksual (meskipun itu tentang kesehatan) akan tetap dianggap mesum.
Padahal sebenarnya bahasan tentang kesehatan seksual ini menjadi hal yang penting, terlebih karena akan menentukan bagaimana generasi-generasi penerus.

Hak kesehehatan seksual dan reproduksi (HKSR) memang bisa dibilang termasuk bahasan yang tabu. Untuk orang normal saja masih dianggap tabu, apalagi untuk saudara kita yang tergolog OYPMK (orang yang pernah mengalami kusta) dan suadara kita yang disabilitas.

Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi untuk OYPMK dan Disabiitas

Percaya atau tidak, di lapangan nyatanya masih ada diskriminasi seakan mereka tidak punya hak kesehatan seksual dan repsroduksi. Padahal karena mereka sprsial inilah kemudian membuat mereka seharusnya punya tempat dengan skala prioritas. Bukan karena diskriminasi, melainkan sahabat kita yang tergolong OYPMK dan disabilitas seharusnya mendapatkan perlakukan khusus bukan malah dipandang sebelah mata.

Beberapa hari lalu, kbr.id mengadakan obrolan di youtube dan radio secara bersamaan dengan mengundang beberapa narasumber. Dan menariknya lagi adalah bahasannya saat itu adalah HKSR untuk OYPMK dan Disabilitas.

KBR sendiri bukan pertama kali mengadakan talkshow mengenai kesehatan dan kesetaraan. Pada kesempatan kali ini, KBR bersama NLR Indonesia pada kesempatan kali ini menghadirkan 3 narasumber, diantaranya;

Westinai Agustin – Founder Biyung Indonesia
Nona Ruhel yabloy – Project Officer Manager HKSR Indonesia, NLR indonesia
Wihelmina Ice – Remaja Champion Program HKSR

Pada Talkshow kali ini dipandu oleh bang Rizal Wijaya dan ditayangkan di chanel youtube official Berita KBR dan Radio Jaringan KBR pada Rabu, 25 Mei 2022 kemarin.

HKSR Menjadi hak setiap insan

Jadi untuk perkara HKSR ini, baik kita yang normal atau teman kita yang OYPMK dan disablitas juga memiliki hak untuk urusan edukasi dari hak kesehatan seksual dan reproduksi. Seperti yang disampaikan oleh pembawa acara dalam sambutannya, Bahwa setiap remaja yang mengalami pertumbuhannya, pastilah memiliki hak untuk mendapatkan edukasi mengenai kesehatan reproduksi.

Meskipun mungkin dianggap sedikit tabu, namun pengetahuan akan hal ini terbilang peting karena nantinya akan menjadi landasan dalam mengambi serta melakukan tindakan di masa mendatang. Terutama untuk sahabat da teman kita OYPMK dan Disabilitas ini udah diatur dalam UU no 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas.

HKSR Merupakan Program NLR Indoneisa
Setelah diberikan sambutan oleh pembawa acara, kemudian narasumber pertama yaitu Nona Rauhel melanjutkan argumen pembawa acara. Dalam statusnya sebagai Project Officer HKSR dari NLRIndonesia meneruskan bahwa HKSR ini sangat penting untuk sahabat dan teman kita yang disabilitas dan OYPMK.

Karena menjadi sebuah hak untuk semua anak yang tumbuh remaja mengetahui hal demikian, terlebih memang banyak perubahan yang terjadi. Adanya diskriminasi dan pengabaian ini seringkali dirasakan oleh mereka, bahkan diskriminasi itu berasal dari keluarga atau orang terdekat sendiri. Jadi, hadirnya program HKSR untuk OYPMK dan disabilitas seperti lampu hijau pengurangan diskriminasi dan penambahan support system yang bertujuan menguatkan.

Seperti yang dirasakan oleh salah satu narasumber yang berasal dari Labuan Bajo NTT yaitu Wihelmina Ice mengatakan bahwa setelah ikut program HKSR dari NLR Indonesia ia mendapatkan banyak pengetahuan mengenai HKSR jika dibandingkan dengan lain.

Setelah kedua materi menyampaikan pandangannya mengenai HKSR, kemudian narasumber ketiga mulai ditanyakan.

Kak Westini Aggustina menyampaikan bahwa selain permasalahan edukasi mengeni kesehatan seksual dan reproduksi, hal yang juga bisa dibilang menjadi masalah adalah pembalut. Dari Biyung indonesia melalui kak Westini menyampaikan bahwa masalah sampah ini bisa diberikan solusi dengan menggunakan pembalut kain.

Namun fakta di lapangan mengatakan bahwa hanya sedikit yang sudah melek dan peduli lingkungan. Berdasarkan data yang ada, saat ini baru hanya 12 % yang menggunakannya. Namun karena hal ini begitu penting, maka perlu untuk tetap memberikan kesempatan serta kesetaraan juga.

Ilham Sadli Seorang Travel blogger sekaligus freelance Writer yang tergabung dalam Forum Lingkar Pena Cabang Jember sejak 2014, suka menulis puisi dan kadang terlalu nyaman dengan menulis kisah seseorang.

Belum ada Komentar untuk "Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi untuk OYPMK dan Disabilitas"

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar, jangan lupa follow twitter @blogsadli, Instagram @ilhamsadli atau subscribe email anda untuk mendapatkan update terbaru. Terimakasih sudah berkunjung

Rajabacklink