Agar Cinta Berbuah Surga



Mendengar kata cinta, semua dari kita sudah pasti membayangkan bahwa cinta itu begitu indah. Sungguh betapa indahnya dunia jika setiap hembusan nafas dunia diisi dengan cinta, maka tidak akan kita lihat perihnya airmata kekecewaan dan saling tindas. Namun, apalah daya kita sebagai mahluk karena Dia Allah yang membolak-balik hati manusia. Untuk itu, sudah seharusnya kita manusia yang lemah tanpa daya dan upaya tetap mendekatkan diri dengan Sang Maha Pembolak-balik Hati, agar kita tetap dalam cinta yang membahagiakan dan menumbuhkan buah yang manis dari surga.

Kita manusia diciptakan dan diturunkan ke dunia untuk senantiasa mencintai dan dicintai, karena itu sulit untuk dipungkiri kenyataannya. Memang hingga saat ini tidak ada yang menyangkal bahwa cinta itu sendiri memanglah indah adanya. Cinta yang tumbuh alami dan memberikan harum semerbak mewangi, ia datang dan pergi tanpa memandang siapa dan bagaimana suasana hati seseorang yang disinggahinya.

Ketika cinta sudah timbul dihati, semuanya terasa indah dan anggun dalam pandangan terutama pandangan dari yang dicintai. Suara yang biasa-biasa saja nampak sangat merdu mengalahkan merdunya nyanyian syahdu hujan kala musim gugur. Namun ketika hati sudah ditinggalkan cinta, semuanya terasa sesak, hambar, hampa hingga hari-hari hanya terisi kesunyian semata. Cinta bisa memuliakan sang pecinta namun juga mampu menjadi petaka bagi penikmatnya pabila ia tak mampu untuk menuntun dan membiarkan cinta menguasai hatinya.

Cerita-cerita cinta paling legendaris tentu sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Namun sungguh sangat disayangkan, kisah yang pertama terucap ketika ditanya kisah cinta paling legendaris adalah kisah cinta Romeo dan juliet, kisah Rama dan Sinta, Beauty and The Beast, Cinderella atau kisah kisah cinta lainnya. Mirisnya lagi jika yang menjawab demikian adalah umat muslim. Padahal dalam Kitab suci Al-Qur’an Allah telah menaburi setiap ayat dan surat dengan kisah-kisah cinta paling indah dan tentunya berbuah surga dan kebahagiaan abadi. Hal demikian dimaksudkan agar kita manusia senantiasa mengambil ibrah dari setiap kejadian-kejadian itu.

Agar cinta yang kita berikan berbuah surga, maka sudah selayaknya kita mengambil pelajaran dan hikmah dari kisah-kisah terdahulu. Nah sahabat fillah, berikut ini beberapa cara agar cinta kita berbuah surga. Diambil dari berbagai sumber, mulai dari buku hingga kisah-kisah hikmah dalam sirah-sirah nabawiyah.

Bangunlah Cinta yang Sehat

Jika suatu saat, sahabat dijatuhkan dalam sebuah pilihan untuk jatuh cinta atau membangun cinta? Sahabat akan lebih memilih mana? Jatuh cinta atau membangun cinta? Lebih indah membangun cinta, karena jatuh itu sakit sahabat. Maka untuk mendapatkan surga dan kebahagiaan abadi, tentulah dibutuhkan cinta yang sehat. Cinta yang tidak menuntut namun tidak memandang tanpa mengahrapkan balasan, sebuah cinta yang ikhlas dan suci tanpa ada taburan dusta.

Cinta yang sehat itu seperti cinta Ali dan Fatimah. Cinta yang terjaga kerhasiaannya dari segala sikap, kata hingga akhirnya Allah menakdiran mereka berdua bertemu dalam pintu halal. Ali dan Fatimah, sama-sama memendam rasa sejak lama namun tiada pernah diungkapkan atau ditunjukkan dengan kode-kode karena beliau tahu bahwa mencintai dalam diam adalah jalan yang lebih baik. Dan seperti itulah cinta yang sehat, suci tanpa ada dusta. Sahabat bisa membaca kisah lengkapnya dalam beberapa buku yang mengabadikan kisah cinta 2 insan yang akhirnya berbuah surga.

Membangung Cinta yang Taat

Cinta yang taat adalah cinta yang membuatmu ingat dan selalu lebih dekat dengan Sang Khaliq, bukan malah sebaliknya menjadikanmu lalai dan lupa. Jika cinta itu membuat kita terjerumus dalam jurang kenistaan, maka sudah sepantasnya cinta yang demikian harus dihapuskan, karena cinta yang terlalu besar pada manusia hanya akan membuat kita kecewa jika sesuatu dari apa yang kita cintai mulai menghilang.

Cinta yang taat juga digambarkan dalam bagaimana kisah cinta seorang Abdurrahman Ibnu Abu Bakar kepada istrinya Atika. Beliau berdua memang saling mencintai satu sama lain, namuan karena sang ayah merasa khawatir bahwa cinta anaknya akan melalaikan ia dan menjauhkan dari Allah. Namun lambat laun akhirnya sang ayah memahami. Abdurrahman pun membuktikan bahwa cintanya suci dan takkan mengorbankan ibadah dan jihadnya di jalan Allah. Terbukti ia syahid tak berapa lama kemudian.

Membangun Cinta yang Kuat

Cinta yang kuat bisa kita lihat dalam kisah cinta baginda Rasulullah Saw terhadap Ibunda Khadijah. Cintanya kepada Khadijah tetap abadi walaupun Khadijah telah meninggal. Setahun setelah Khadijah meninggal, ada seorang wanita shahabiyah yang menemui Rasulullah Saw. Wanita ini bertanya, "Ya Rasulullah, mengapa engkau tidak menikah? Engkau memiliki 9 keluarga dan harus menjalankan seruan besar."

Sambil menangis Rasulullah Saw menjawab, "Masih adakah orang lain setelah Khadijah?"
Kalau saja Allah tidak memerintahkan Muhammad Saw untuk menikah, maka pastilah Beliau tidak akan menikah untuk selama-lamanya. Nabi Muhammad Saw menikah dengan Khadijah layaknya para lelaki. Sedangkan pernikahan-pernikahan setelah itu hanya karena tuntutan risalah Nabi Saw, Beliau tidak pernah dapat melupakan istri Beliau ini walaupun setelah 14 tahun Khadijah meninggal.

Demikianlah sedikit ulasan agar cinta berbuah surga, dan semoga kita semua mendapatkan cinta yang benar-benar bisa membawa kita ke puncak cinta hingga berbuah surga. 
Autor: Assadli
1/11/17

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar, jangan lupa follow twitter @ilhamsadly, Instagram @ilhamsadli atau subscribe email anda untuk mendapatkan update terbaru. Terimakasih sudah berkunjung