Terkadang
dalam sebuah hubungan, ketika hubungan itu akhirnya kandas ditengah jalan. Dan
berakhirnya sebuah hubungan itu tanpa disadari bisa membuat seseorang begitu
menderita. Betapa tidak, ketika mengalami keadaan yang demikian seseorang
terlihat seperti hancur dan kehilangan arah serta tujuan hidupnya. Ada banyak
sekali diantara mereka yang berusaha kuat untuk mengembalikan kembali kenangan
dan hubungan yang telah rusak. Disisi lain, ada juga segelintir orang yang berusaha
keras untuk berpindah ke lain hati dan berusaha melupaka apa yang pernah
terjadi.
Sosok
seorang Imam Al Harits Al Mahasibi adalah sosok seorang sufi agung. Jalan hidup
seorang sufi haruslah ditempuh dalam segala maknanya, karena jalan inilah yang
dicontohkan Rasulullah Saw dan para sahabatnya (tidak diberi nama jalan sufi). Jalan
seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabatlah yang akan menuntun
seorang muslim pada keridhaan Allah Swt. Tentunya dengan dipelajari secara
benar, dipahami tanpa harus dibengkokan, dan yang paling penting adalah
mengamalkannya. Beliau, Imam Al Harits Al Mahasibi memberikan 9 nasihat dalam
hidup ini.
Semua
orang percaya jika cinta sejati itu hanya ada dalam sebuah pernikahan, tetapi
hal yang tidak bisa dipungkiri juga adalah sebelum pernikahan kadang selalu ada
saja benih-benih cinta tumbuh diataranya. Hati telah merasa menemukan separuh
dirinya, getaran hebat yang selalu muncul dalam setiap untaian nama orang yang
dikaguminya. Ya, begitulah adanya cinta.
Tetapi
perlu untuk sahabat ketahui bahwasanya ada beberapa keadaan yang menuntut untuk
sahabat berada dalam dua pilihan besar. Kedua pilihan itu adalah memupuk,
menyirami serta merawat benih yang mulai tumbuh ataukah segera merevisi hati
dan cinta. Bukan karena orang yang mendatangkan rasa itu tidak penting, melainkan
ada hal yang lebih penting lainnya yang muncul dalam keadaan tersebut.


