Dari UMKM menuju Kestabilan Ekonomi Nasional, Karena UMKM Adalah Kunci

Ilhamsadli.com,- Satu tahun terakhir kita mulai mengerti dan dipaksa untuk mengerti tentang bagaiamana sebanranya finacial planing, management keungan, hingga bagaimana mengelola keuangan. Terlebih lagi kondisi dimana satu tahun terakhir ruang gerak kita semua dibatasi oleh pandemi yang tidak tahu kapan berakhir, namun kita berharap bisa lekas berakhir.

Dari UMKM menuju Kestabilan Ekonomi Nasional

Sadar atau tidak, beberapa orang yang kita kenal akhirnya terpaksa harus menggunakan sisa tabungan hingga menjebol dana darurat untuk bisa bertahan. Teman hingga saudara kita bahkan mulai banyak yang terkena PHK hingga akhirnya mencoba mencari pekerjaan lain, meskipun tidak semuanya menemukan pekerjaan lagi. Tetapi pada akhirnya beberapa orang terdekat beralih untuk berjualan makanan, perabotan rumah tangga hingga menjadi reseller begitu.

Melek Literasi Itu Penting!

Saya pribadi merasa bersyukur masih mendapatkan income dari tulisan meskipun tidak seperti sebelum-sebelumnya, tapi sudah sangat Alhamdulillah. Kemudian mulai belajar bagaimana mengelola keuangan alias pada kahirnya melek literasi financial. Dan Beruntung banget banyak sekali webinar-webinar yang membahas tentang Literasi Financial ini.

Salah satu yang membahas Literasi Financial ini adalah Pegadaian dengan acara Ngopi Virtual dengan tema Ngobrol Virtual tentang Literasi Financial bersama Pegadaian. Webinar ini dihadiri 3000 lebih peserta, serta disiarkan langsung juga di youtube chanel TvOne. Jadi meskipun acara webinarnya sudah usai, masih bisa ditonton kembali untuk menarik semua ilmu yang disampaikan oleh narasumber.

Dari UMKM yang Kreatif

Dalam sebuah obrolan bersama moderator, disampaikan oleh Mbak Mega Hazim dalam perbincangan awalnya mengenai pentingnya melek literasi financial terlebih dahulu baru mulai menjalankan sebuah usaha. Beberapa tips juga disampaikan mengenai peluangnya seperti apa di masa sekarang ini, kebiasaan orang-orang hingga bagaimana agar bisa usaha yang dijalankan bisa survive.

Dari UMKM menuju Kestabilan Ekonomi Nasional

Tidak sedikit memang yang pada akhirnya gulung tikar ketika memulai bisnis, dan pastinya ini bukan hanya disebabkan oleh satu faktor saja melainkan bisa saja banyak faktor yang memengaruhinya. Artinya beberapa faktor ini terkadang sering kita sepelekan. Misalkan mengenai bagaimana memisahkan antara keuangan pribadi dengan keuangan dari bisnis. Karena jika tidak dipisahkan, akan susah untuk melakukan evaluasi mengenai bagaimana sebenarnya kinerja dari bisnis yang sedang dirintis.

Dalam pemaparannya, yang pertama kali ditekankan tentunya adalah mengenai pangsa pasar Indonesia, mulai dari jumlah penduduk, peningkatan, kemudian klasifikasi berdasarkan di mana tempat tinggalnya. Kesemua data tersebut nantinya akan diolah menjadi data sebagai tolak ukur untuk bisa memulai sebuah usaha ketika usaha atau bisnis tersebut ingin berkembang. 

Dari UMKM menuju Kestabilan Ekonomi Nasional

Jika itu bisnis kuliner (makanan ringan) maka yang menjadi acuan adalah kebiasaan ngemil dari mengambil sample di lapangan atau melalui survey terlebih dahulu. Kemudian melihat kira-kira peluang yang paling relate berdasarkan keseharian masyarakat serta jika bisa haruslah yang ramah lingkungan.

Setelah semua itu barulah mulai bergerak ke arah inovasi seperti apa yang bisa digunakan. Di sinilah tingkat kreatifitas seorang benar-benar dilatih, karena nantinya akan membahas mengenai inovasi productnya seperti apa, Inovasi marketing, inovasi dalam proses, kemudian inovasi teknikalnya, dan terakhir adalah inovasi administrasi. Tentunya setiap elemen ini tidak bisa berdiri sendiri, karena pasti nantinya akan terkait dengan banyak eleman lain yang juga tidak kalah pentingnya.

Terkait Pembiayaan Ketika Akan Memulai Bagaimana?

Nah ketika akan memulai sebuah usaha, tentunya semuanya akan membutuhkan pula sebuah perencanaan keuangan. Dimana perencanaan keuangan awal adalah modal, karena sebuah usaha atau bisnis di awal agar bisa lebih cepat berkembang diperlukan sebuah modal dahulu.

Setelah di sesi sebelumnya disampaikan mengenai bagaimana seharusnya memanagament sebuah usaha atau bisnis, maka selanjutnya diundang hadir direktur jaringan operasi dan penjualan PT Pegadaian.

profile singkat pegadaian

Dalam sesi kedua atau giliran dari bapak Damar Latri Setiawan selaku Direktur Jaringan Operasi dan Penjualan PT Pegadaian, beliau menyampaikan profil pegadaian. Profilenya tentu bukan secara umum saja karena itu bisa dengan mudah ditemukan di wesbite resminya. Maka dalam sesi diskusi ini beliau memperkenalkan produk-produk pegadaian hingga strategi untuk mendukung UMKM, beberapa poin yang menarik perhatian saya adalah sebagai berikut.

Dalam gerakan mendukung UMKM dengan harapan nantinya akan membuat ekonomi Indonesia bangkit dan stabil maka Pegadaian mengambil sebuah langkah besar dengan membuka lebar pintu untuk para UMKM mengembangkan bisnisnya. Apalagi dengan kini PT Pegadaian sudah memiliki 12 kantor wilayah, 61 kantor area, 4.087 outlet dan 16.713 agen aktif.

mitras bisnis pegadaian

Meskipun sudah sejak lama mengabdi untuk negara, ternyata karyawan pegadaian 65% adalah milenial. Karena sebuah kepercayaan bahwa regenerasi itu penting agar tercipta estapet yang bisa bersaing dengan perkembangan zaman. Untuk saat ini terdapat total 16.9juta nasabah serta memiliki 6.1 ton saldo tabungan emas

Ketika menyampaikan materinya, kalau bisa angkat topi mungkin saya sudah angkat topi. Tapi sayangnya ketika itu saya tidak memakai topi. Karena kemampuan dalam menyampaikan materi yang sangat lugas, diselingi dengan candaan kecil sambil sesekali meminum kopi membuat audience nyaman mengikuti webinar.

Setelah Sesi satu mbak Mega dan sesi dua pak Damar selesai, maka dilanjutkan dengan sesi diskusi. Dan masyaAllah ternyata banyak yang antusias bertanya, salah satu pertanyaan yang membuat saya salut adalah seorang mahasiswa yang sudah mulai mempelajari apakah dia harus investasi sedini mungkin sedangkan masih di bawah tanggungan orang tua atau bagaimana.

Kan saya jadi ingat masa lalu dimana tidak pernah memikirkan mengenai hal itu. Taunya adalah kalau ada uang masuk ya udah uang itu yang akan keluar, kalaupun ditabung ya tabungan hanya berasal dari uang kembalian yang logam dan recehan kemudian dimasukan dalam botol. Dan menjadi dana darurat ketika dalam tanggal tua. Hehehe.

Semoga dengan langkah baik dari Pegadaian ini bisa membuahkan hasil dan menciptakan ekosistem ekonomi kreatif hingga UMKM baru dengan produk yang tidak kalah saing. Karena UMKM bangkit maka ekonomi Indonesia bisa kembali pulih.

Ilham Sadli Seorang Travel blogger sekaligus freelance Writer yang tergabung dalam Forum Lingkar Pena Cabang Jember sejak 2014, suka menulis puisi dan kadang terlalu nyaman dengan menulis kisah seseorang.

Belum ada Komentar untuk "Dari UMKM menuju Kestabilan Ekonomi Nasional, Karena UMKM Adalah Kunci"

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar, jangan lupa follow twitter @blogsadli, Instagram @ilhamsadli atau subscribe email anda untuk mendapatkan update terbaru. Terimakasih sudah berkunjung

Rajabacklink