[Sebuah Jurnal] Menanam Cemara Gunung Di Taman Wisata Alam Kawah Ijen

Ilhamsadli.com,- Beberapa bulan yang lalu, saya masih ingat ketika itu ada kabar bahwasanya cuaca ekstrim di Jawa Timur mengakibatkan adanya kebakaran hutan. Miris melihatnya, ketika sumber udara segar terbesar habis termakan api. Tidak terkecuali dengan Taman Wisata Alam Kawah Ijen, Argopuro dan beberapa hutan. Saya masih ingat betul bagaimana kondisi hutan Ijen 2015 lalu, ketika pendakian ke Taman Wisata Alam Kawah Ijen ini saya kunjungi bersama teman-teman. 
[Sebuah Jurnal] Menanam Cemara Gunung Di Taman Wisata Alam Kawah Ijen

Nuansa alam yang asri, hijau dan rimbunnya pepohonan hingga sepoinya angin kala itu. Kini kondisinya memperihatinkan, yang terlihat hanyalah daun hingga dahan yang mengering, gersang bekas terbakar. Meskipun baik untuk pertumbuhan benih cemara gunung yang baru, tetapi ketika bertumpuk semakin banyak tentunya akan menghalangi pertumbuhannya. Itu kurang lebih informasi dari yang saya dapatkan ketika kunjungan ke Kawah Ijen kemarin, tepatnya ketika ada acara Bakti Lingkungan Djarum Fondation.

Sebuah Cerita Di Kawah Ijen

Saya masih ingat kalau kunjungan tanggal 16 Desember kemarin adalah kunjungan ketiga di Taman Wisata Alam Kawah Ijen. Banyak hal yang berubah, mulai dari kondisi disekitar lokasi serta jalan menuju lokasi taman wisata ini. Kawah Ijen adalah gunung yang pertama kali saya daki dan menyisakan banyak kisah. Karena disinilah persahabatan dengan seseorang diuji dan sifat asli seseorang muncul. Disitu saya tidak pernah mengeluh kelelahan, tetapi sebisa mungkin untuk beristirahat ketika ada salah satu dari rombongan berucap lelah.

Meskipun dahulu itu, jujur saya masih belum benar-benar tahu dengan trek pendakian hingga etika pendakian yang benar. Artinya saya masih menggunakan jaket yang biasa, celana jins, hingga sepatu keds. Bisa dibayangkan betapa tidak safetynya saya ketika itu. Tetapi dari situlah saya belajar banyak hal mengenai alam dan mulai jatuh cinta pada alam. 

Sadar Lingkungan Dengan Berbuat Kebaikan

Banyak hal yang membuat saya kadang miris ketika berkunjung ke sebuah taman wisata, mulai dari kondisinya yang tidak terawat, sebut saja sampah plastik dimana-mana hingga kondisi pasca terlahap api. Khusus untuk kasus pasca kebakaran, saya selalu melihat bahwa dibalik semua itu masih ada yang berjuang untuk sadar lingkungan dengan mulai menanam kembali hutan bekas terbakar. 

Saya merasa tersanjung dan ikut bahagia ketika Djarum Fondation melakukan gerakan siapdarling namanya. Dimana masyarakat khususnya pelajar dan mahasiswa diajak untuk sadar lingkungan, karena lingkungan terutama alam adalah sumber udara bersih dan bisa dikatakan sebagai jantung kehidupan. Kebetulan untuk kali ini, Djarum Fondation memilih Taman Wisata Alam Kawah Ijen menjadi salah satu objek untuk kegiatan bakti lingkungan. 

Aksi Sadar Lingkungan Bersama Djarum Fondation

Dalam aksi sadar lingkungan ini, Djarum Fondation mengundang 257 Pelajar dan Mahasiswa dari berbagai instansi untuk ikut andil dalam penanaman bibit cemara gunung sekitar 500 bibit. Masing-masing dari pelajar dan mahasiswa ini diberikan 1 bibit dan 1 sekop untuk melakukan penanaman bibit cemara gunung tadi. Sebelum melakukan penanaman, terlebih dahulu koordinator acara menjelaskan bagaimana teknik penanaman. Karena kondisi bibit cemara gunung masih dalam polibag, jadi pertama remas dahulu bagian tanah pad polibag untuk perlahan disobek plastiknya, lalu ditanam dan ditutupi dengan tanah disekitar titik tanam, dan yang lebih penting lagi adalah plastiknya kembali dibawa turun untuk dibuang di tempatnya. 

Aksi ini juga dihadiri oleh perwakilan dari kodam dan pemkab Banyuwangi, dan tidak lupa pula hadir dalam acara artis yang lagi naik daun. Oh ya, kemarin juga dihadiri salah seorang selebgram pecinta gunung yang menurut pandangan saya di endorse oleh merek ternama. Ada banyak hal yang dibicarakan dalam acara siapdarling ini, terkhusus mengenai bagaimana mencintai alam yang benar. Boleh saja explore alam, tetapi harus tetap dijaga agar lestari. Alam dan hutan juga menjadi habitat binatang, dan tentunya hal ini bisa menjaga ekosistem. 

Semoga dengan adanya gerakan sadar lingkungan yang diinisiasi oleh Djarum Fondation ini membuat semua orang sadar akan lingkungan, termasuk bagaimana menjaga dan merawatnya agar tetap lestari. Khususnya untuk Taman Wisata Alam Kawah Ijen kembali lestari, karena Kawah Ijen merupakan ikon pariwisata Indonesia dengan adanya blue fire di kawahnya. Sangat disayangkan apabila tidak terjaga dengan baik, dan semoga semakin lesatri.

Ilham Sadli Seorang Travel blogger sekaligus freelance Writer yang tergabung dalam Forum Lingkar Pena Cabang Jember sejak 2014, suka menulis puisi dan kadang terlalu nyaman dengan menulis kisah seseorang.

2 Komentar untuk "[Sebuah Jurnal] Menanam Cemara Gunung Di Taman Wisata Alam Kawah Ijen"

  1. Wah acara penanaman cemara sangat bermanfaat banget. Semoga gerakan sadar lingkungan kaya gini terus berlanjut biar semakin banyak yang peduli sama lingkungan.

    BalasHapus
  2. Bagus banget acara ini pemerintah, perusahaan dan masyarakat bergandeng tangan menjaga lingkungan kita, kampanye sadar lingkungan manfaatnya bagus untuk jangka panjang

    BalasHapus
Silahkan tinggalkan komentar, jangan lupa follow twitter @blogsadli, Instagram @ilhamsadli atau subscribe email anda untuk mendapatkan update terbaru. Terimakasih sudah berkunjung

Iklan Atas Artikel