Ikhlas Mencari Rizki

Blogsadli,- Pada pembahasan kali ini, kita kan sedikit membicarakan mengenai ikhlas dalam mencari rizki. Namun kita disini memiliki dua pembahasan penting yakni mengenai ikhlas dan mencari rizki. Pengertia ikhlas itu sendiri adalah mengerjakan dan menerima segala hal Karena Allah.Ikhlas itu ada dua macam yaitu iklas yaitu ikhlas tanpa ikhtiar dan ikhlas dengan iktiar. 


Ikhlas tanpa iktiar ini misalkan kita dilahrikan sebagai seorang laki-laki atau seorang perempuan, jika kita menerima keadaan kita maka itulah yang disebut iklas. Namun untuk yang kemudian tidak menerima takdir dirinya sebagai seorang laki-laki atau perempuan kemudian berusaha untuk merubah dirinya menjadi sosok yang berbeda, maka itu bukan ikhlas namanya. Dan ikhlas dengan ikhtiar inilah yang disebut sebagai mencari rizki.

Mari kita turunkan bagaimana proses rizki bisa sampai pada tangan-tangan manusia seperti kita.
"Dan dilangit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu" (Q.S Adh-Dhaariyat: 22)

Setiap mahluk diciptakan dengan ditentukan 3 perkara yaitu mengenai rizki, jodoh, dan maut sudah ditentukan. Sungguh Allah Maha Adil dala hal ini, manusia yang masih berumur 4 minggu dalam kandungan sudah diberikan rizkinya melalui ibunya. Tidak hanya itu saja memiliki rizkinya, dan ia menjemput rizkinya dengan ikhtiar. 

Kita pasti sudah tidak asing dengan laguk cicak-cicak di dinding, yang datang siapa? rizkinya yang datang. Diam-diam merayap, kemudian datang seekor nyamuk. Begitulah cerminan bagaimana seharusnya kita mencari rizki, yakni dengan ikhtiar. Cicak saja yang merayap bisa mendapatkan rizkinya, masak iya kita manusia bisa berjalan, berlari tidak mendapatkan rizki. Intinya adalah ikhtiar dan ikhlas. 

Jangan sampai kita terdorong walaupun hanya sedikit untuk mengambil rizki orang lain, karena tidak ada manusia yang terlahir tanpa rizki yang dibawanya. Karena ketika kita mengambil rizki orang lain, cepat atau lambat rizki itu akan kembali kepada pemiliknya. Dan rizki yang kembali itu bisa dikembalikan segera atau dikembalikan dalam bentuk pahala nantinya. Tentu kita tidak ingin amal kita berkurang hanya karena memakan sesuatu yang bukan hak kita. Kita harus menjemput rizki dengan cara yang baik agar diberikan kebaikan pula.

Jangan beranggapan bahwa mereka yang tidak shalat kemudian rizkinya lancar dan bisa menjadi kaya raya. Tetapi satu hal yang harus kita ketahui bahwa kita shalat meminta berkah atas rizki yang kita cari, karena rizki yang banyak saja tidak cukup. Ketika rizki itu tidak berkah pasti  hati kita akan tetap saja merasa kurang dan tentunya sulit untuk merasa terpenuhi kebutuhannya. Sekali lagi jemputlah rizki dengan jalan yang baik, karena syarat rizki yang dijelaskan dalam Al-qur'an adalah halal dan tayyiban. Artinya halal hasil dari keringat kita dan berisfat baik, jangan memandang daru banyak atau sedikitnya tetapi cobalah untuk memandang apakah rizki itu berkah atau tidak.

Lelahnya kita dalam mencari rizki selama itu diniatkan untuk ibadah, maka tidak akan ada ras lelah. Dan tentunya semua akan berbuah manis. InsyaAllah...


No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar, jangan lupa follow twitter @ilhamsadly, Instagram @ilhamsadli atau subscribe email anda untuk mendapatkan update terbaru. Terimakasih sudah berkunjung