Bersabarlah Dalam Penantian

Teruntuk dirimu nan jauh disana, yang entah dimana dan bersama siapa kau sekarang. Terimakasih kau masih setia menantiku tuk menjemputmu, walaupun terkadang aku belum sepenuhnya siap untuk itu. Aku tahu, kau telah lama atau mungkin sudah sangat lama menanti. Tetapi ketahuilah bahwa penantian itu kelak akan berbuah manis tentunya pada waktu yang tepat. Maka bersabarlah dan kuatkanlah dirimu dalam penantian, kuatkanlah dirimu dalam kegelisahan, kegundahan. 


Ukhty, begitu aku akan memanggilmu. Ya, memanggilmu bukan dalm dunia nyata tetapi dalam doa-doa, dalam setiap sujudku. Harapku, kaulah yang kusempgakan meski belum menjadi kepastian. Harapku nanti, ketika hendak bersamamu surga menjadi terasa lebih dekat. Sekali lagi terimakasih sudah setia menantiku, walau belum kutahu apakah benar aku yang kau nantikan.

Duhai ukhty, mungkin kau sering menggumam dan mengeluhkan kenapa tak kunjung datang seseorang menjemputmu. Akupun demikian, terkadang ingin namun ternyata hatiku tak sekuat impianku. Hatiku begitu kerdil ketika berhadapan dengan cermin sekalipun. Aku mengguman, mendesah serta menjerit perlahan hingga sepi pun tiada mampu mengerti. 

Aku yang hanya sebutir debu diantara lautan pasir, kecil sungguh kecil hingga tak akan nampak jika kau melihat dari kejauhan. Kau yang ku anggap sempurna dengan akhlaqmu juga parasamu dalam pandang tanpa bayang, membuatku kembali sadar dengan keadaanku. Ilmu yang masih seujung kuku, karya yang belum bisa dibanggakan, bahkan seorang anak yang masih menjadi beban orangtuanya. 

Duhai ukhty, bersabarlah dalam penantian meski banyak tanya dalam hatimu. Tak usah kau fikirkan bagaimana nanti aku menjemputmu, karena inginku cuma satu. Menjemputmu suatu saat nanti dalam keadaan dan kondisi terbaik, bukan seperti saat ini. Kuingin suatu saat nanti, ketika hendak menjemputmu lalu dalam hatimu berucap "ya Allah terima kasih telah engkau kirimkan imam terbaik untuk hamba-Mu". Aku ingin itu, ungkapan sederhana namun sangat bermakna. 

Ingatlah ukhty, penatianmu tak akan sia-sia. Karena cinta-Nya padamu, Dia akan kirimkan seseorang yang terbaik untukmu. Mungkin aku, mungkin juga bukan aku. Maka tetaplah menanti suratan dari-Nya dalam naungan cinta-Nya. Duhai ukhty, aku tak pernah sekalipun ingin mengecewakanamu dengan membuatmu lama menati. Hanya saja. Hanya saja aku masih memperbaiki kondisiku untuk siap menjadikanmu pilihan terbaik dan aku menjadi pilihan terbaikmu. 

Jika tiba masanya nanti, seseorang yang lebih baik agamanya. Mungkin saat itu Allah memberikan sinyal padamu untuk menerima lelaki itu. Jangan sesekali terbesit dalam benakmu "bagaimana aku menrimanya ya Allah sedang hatiku masih terpaut pada satu nama, dan itu dia", karena mungkin memang aku tidak untukmu juga kau tidak untukku. Aku hanya insan biasa yang ingin menjadi pilihan terbaik dikala tak bisa memilikimu sebagai pilihan terbaikku. 

Kau dan aku untuk saat ini hingga tiba masanya nanti, tetap menjadi sebuah pengharapan dalam ketidak pastian yang selalu disemogakan. Kau tak terikat denganku, begitu pula denganku. Maka teaplah bersabar untuk sebuah penantian panjang. Jika benar kau dan aku tercipta untuk satu atap maka insyaAllah diujung waktu kita akan dipertemukan dalam keadaan terbaik. Semoga...

Dariku : Lelaki Sederhana yang Mencoba Selalu Memperbaiki Diri
untukmu: Wanita terbaik yang sabar menanti.

untuk share silahkan cantumkan alamatnya ya..  terimakasih dan 
Salam Literasi

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar, jangan lupa follow twitter @ilhamsadly, Instagram @ilhamsadli atau subscribe email anda untuk mendapatkan update terbaru. Terimakasih sudah berkunjung