Ketika Ujian Datang Menyapa



“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” (Q.S Al-Asr: 1-3)

Dalam hidup ini, tentu setiap dari kita pernah mengalami yang namanya ujian. Apalagi jika mendapatkan ujian hingga mencapai titik kejenuhan sampai kita suatu waktu beranggapan bahwa ujian itu terlalu berat dan kita merasa belum mampu untuk menghadapinya. Padahal, semua apa yang diberikan Allah SWT kepada hambanya pastilah memberikan pelajaran dan hikmah tergantung bagaimana kita sebagai insan untuk memaknainya. Karena belum bisa memaknainya, akhirnya banyak jatuh dalam lubang ujian hingga masuk dala keterpurukan.

Ketika tiba suatu waktu, ketika ujian datang menyapa. Kita beranggapan bahwa kehidupan seseorang lebih baik daripada kita, padahal hal tersebut belum tentu. Ujian hadir untuk membuat kita menjadi pribadi yang lebih kuat, membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik. Pilihannya adalah maukah kita menjadi yang terkuat dan terbaik. Jika iya, maka jangan mengeluh dan hadapi saja ujian itu. Karena ketika berada dalam masa ujian, layaknya berada dalam sebuah gerbong kereta dan mulai memasuki sebuah terowongan yang dalam, namun pada akhirnya pastilah terowongan itu memiliki ujuang dan tidak selamanya gelap dan sunyi.

Maka dari itu, agar kita tidak menjadi orang-orang yang merugi. Selalu ingat 4 hal ini ketika ujian datang menyapa.

1.      Ingatlah Bahwa Diluar Sana, Ada Orang Dengan Ujian dan Musibah yang Lebih Berat

Kita jangan pernah hanya memandang keatas saja tanpa memandang kebawah. Memandang keatas memang baik untuk membuat kita termotivasi, akan tetapi dengan memandang kebawah akan membuat kita menyadari betapa beruntungnya kita. Dengan memandang kebawah, maka tentu kita akan merasa lebih bersyukur berada dalam posisi yang lebih beruntung daripada mereka yang posisinya berada dibawah kita. Sedehananya saja, ketika akhir bulan dan kita tidak membeli makanan yang seperti biasanya. Maka cobalah untuk bersukur dengan melihat dan menanamkan dalam hati, bahwa diluar saa masih banyak yang bahkan hanya bisa makan dari sisa dan kadang lebih banyak puasa karena kondisi keuangan yang tidak sepadan.

Bukankah dengan bersyukur membuat hati jadi lebih tentram, damai dan bersahaja. Dengan beryukur pula kita akan merasa cukup dengan apa yang kita miliki, sehingga akan jauh dari yang namanya rasa iri terhadap nikmat yang diberika Allah terhadap orang lain.

2.      Ketika Ujian Datang Menyapa, Yakinlah Pertolongan Allah Dekat

Mendung, hujan, petir dan badai kadang bisa turun bersamaan. Akan tetapi ingatlah bahwa ketika semuanya berakhir, akan hadir indahnya pelangi. Seperti kalimat dalam sebuah lirik lagu, badai pasti berlalu. Dalam makna yang sederhana, maka bisa kita kataka bahwa semuanya akan indah pada waktunya. Ujian tidak akan menjadi ujian untuk selamanya, namuan suatu saat kita kan menyadari betapa dekatnya pertolongan Allah ketika kita mendapatkan ujian. Apakah kita yakin atau masih ragu dengan pertolongan Allah.

3.      Ketika Ujian Datang Menyapa, Yakinlah Betapa Besarnya Pahala Bersabar

Kita jangan pernah berharap bahwa dengan keimanan kita yang semakin kuat, lalu Allah tidak menguji kita. Anggapan itu adalah salah besar. Karena pohon saja yang semakin tumbuh besar dan tinggi serta dengan akar yang sudah kuat mendapatkan ujian dari terpaan angin keras, karena semakin tinggi sebuah pohon maka angin yang menerpanya akan semakin kencang. Hal ini untuk membuktikan seberapa kuat akar dan batang pohon tersebut, jika batang tersebut patah atau pohonnya tumbahng, maka jika dianalogikan seperti manusia yang berputus asa dan tidak mendapatkan apa-apa selain rasa sakit dan kekecewaan.

Untuk itu, maka bersabarlah duhai hati yang mendapatkan ujian. Yakinlah bahwa semuanya akan baik-baik saja dan semuanya akan indah pada waktunya. Jadi tidak perlu kita terlalu khawatir dengan apa yang sedang kita alami, pasti akan indah pada waktunya. Maka cukuplah kita denga  terus berusaha menghadapi ujian tersebut kemudian menjadikan shalat dan bersabar seagai cara kita tawakkal kepada-Nya. Dengan menanamkan keyakinan yang kuat bahwa pahala orang bersabar sangat besar, maka insyaAllah kita akan kuat dalam menghadapi ujian seperti apapun.

4.      Ketika Ujian Datang Menyapa, Yakinlah Bahwa Kita Mampu

Ketika ujian datang menyapa, maka yakinlah bahwa sebenarnya kita mampu. Bukankah kita sudah sering mendengarkan potongan ayat tentang Allah tidak akan pernah memberikan ujia dan cobaan melebihi kemampuan hamba-Nya. Lalu kenapa kita masih merasa bahwa kita tidak mampu menghadapinya, sedangkan yang memberikan ujian saja yakin bahwa kita bisa. Kita analogikan saja seperti ujian anak SD, seorang guru tentu tidak akan memberikan ujian anak SMP untuk anak didik SD. Karena memang hal itu sudah melebihi kemampuan anak didiknya.

Demikain sedikit ulasan mengenai bagaimana seharusnya kita bersikap ketika ujia datang menyapa. Jadi kesimpulannya adalah ketika ujian datang menyapa, beberapa keyakinan yang harus kita tanamkan dalam hati haruslah benar-benar mampu membuat kita meresapi dan ahirnya lulus ujian. Jika ada yang salah mohon untuk diberikan penjelasan, agar kita bisa sama-sama belajar. 

Semoga saja kita semua bukan termasuk orang-orang yang merugi dengan segala apa yang dikaruniakan Allah pada kita. Amiin

Jangan Lupa dishare dan subscribe ya... :)
Autor: Assadli

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar, jangan lupa follow twitter @ilhamsadly, Instagram @ilhamsadli atau subscribe email anda untuk mendapatkan update terbaru. Terimakasih sudah berkunjung