Tak Usah Sibuk Mencari, Sibuklah Memperbaiki Diri



Adalah sebuah naluri manusia untuk dicintai dan mencintai. Namun islam memberikan jalan yang benar untuk mengenyam manisnya cinta. Kesemuanya diatur lengkap dalam panduan mencintai. Cinta terkadang dianggap membutakan, padahal yang membutakan adalah nafsu dan hasrta yang membungkus cinta dengan indahnya.


Ketika suatu saat sahabat sudah mulai menginjak umur 20an keatas, sahabat akan merasakan sendiri betapa ngerinya ketika ada yang bertanya “kamu kok masih sendiri, mana pasangannya?” atau yang lebih ngeri lagi “jadi, kapan kamu nikah?”. Jika yang bertanya masalah-masalah sensitif itu adalah teman dan sahabat, mungkin masih bisa kita beralasan. Namun akan sangat terasa menusuk ketika yang bertanya adalah dari kalangan keluarga dan kerabat. Seolah-olah kita sudah dipandang siap untuk membina rumah tangga.

Akhirnya, tibalah kita dalam sebuah moement dimana kita mulai sibuk untuk mencari dan jatuh dalam dilema, apakah harus menikah dahulu ataukan menyelesaikan studi sesegera mungkin (untuk yang masih studi). Memilih untuk menikah muda dengan modal 0, atau bertahan dari serangan pertanyaan-pertanyaan membunuh selama beberapa periode hingga kita punya modal dan menemukan bekal untuk bernajak ke pelaminan.

Jadi Kapan?

Jika masih dihantui dengan pertanyaan “kapan?” Maka pahamilah dan renungkanlah hal ini sahabat. Tak perlu kita risaukan dan hiraukan mereka yang selalu melemparkan pertanyaan kapan, karena sebenarnya kita juga belum tahu sepenuhnya kapan masa itu akan tiba. Apakah kita benar-benar akan sampai ke masa itu atau malah kita berhenti ditengah jalan lalu tak bisa agi untuk kembali.

Tetapkanlah hati jika memang masih belum siap untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius, jangan kau sentuh hatinya jika memang dirimu belum siap. Namun jika sudah dirasa siap maka lanjutkanlah dan segerakanlah untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius agar calon pasanganmu tidak resah dalam penantian tak pasti. Maka jangan pernah tergoyahkan jika sesekali pabila ada moemnt dimana seseorang berbicara “tunggu apalagi, segerakan!”. Karena sebenarnya kita juga masih belum tahu siapa yang dinanti. Kita memang menanti datangnya jodoh, namun apakah benar-benar jodoh yang hadir menjemput ataukah malah malaikat maut yang mendahului jodoh untuk bertemu dengan kita.

Karena sebenarnya perihal rizki, jodoh dan maut masih menjadi rahasia Allah SWT. Kita manusia hanya bisa berusaha, masalah akhirnya adalah tergantung bagaimana Allah menakdirkannya.

Sibuklah Untuk Memperbaiki Diri

Cukup. Kita tidak perlu terlalu khawatir dengan status sosial yang tertempel di KTP. Karena status sosial hanyalah status sosial, ada yang lebih penting dari sekedar bahasan status sosial. Yang lebih penting adalah apakah kita sudah menjadi pribadi baik, karena jika dikaitkan dengan jodoh maka jodoh itu sendiri adalah cerminan dari diri kita sendiri.

Namun bukan berarti kita memperbaiki diri dengan alasan untuk mendapatkan yang baik juga, karena jika kita hanya berpura-pura baik, bisa saja kita juga mendapatkan yang pura-pura baik. Jadi kembalilah untuk meluruskan niat. Tak apa hati kosong penghuni lawan jenis akan tetapi penuh dengan cinta pada Allah. Karena ang membuat Allah meninggikan derajat seorang muslim bukan seberapa lama ia menunggu, tetapi seberapa tabah hati menerima apa yang digariskan untuknya. Ini bukan masalah seberapa banyak hati yang pernah mengisi hidupmu, atau sedekat apa engkau dengan siapa yang akan mengisi hidupmu nantinya. Tetapi ini adalah tentag sebuah ketaatan, tentang sebuah pengorbanan, tentang sebuah ketabahan jiwa.

Karena ketika kita sudah menjadi baik, maka insyaallah kita akan mendapatkan yang baik. Atau paling tidak kita akan dipertemukan dengan orang yang sedang memperbaiki diri dan istiqamah memperbaiki dirinya. Semoga saja.

Jodoh itu belum pasti, tetapi mati itu pasti karena letaknya lebih dekat dari apa yang kita fikirkan. Jadi sahabat, tak usah sibuk mencari tetapi sibuklah untuk memperbaiki diri. Karena kita masih belum tahu apa yang sedang kita cari. Cukuplah kita perbaiki diri, persiapan untuk menemui sesuatu yang indah dalam pandanga-Nya.

Yakin saja bahwa semuanya akan indah pada waktunya.

Waktunya kapan?

Wallahu a’alam, cukup kita bersabar. 

Autor: Assadli

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar, jangan lupa follow twitter @ilhamsadly, Instagram @ilhamsadli atau subscribe email anda untuk mendapatkan update terbaru. Terimakasih sudah berkunjung