√ Jangan Sentuh Hatinya Jika Tak Berani Menikahi - Ilhamsadli.com

Jangan Sentuh Hatinya Jika Tak Berani Menikahi



Jangan kau sentuh hatinya jika kau belum siap untuk bertemu walinya dan memintanya. Jangan sentuh hatinya jika tak berani kau ambil keputusan tuk menikahinya segera. Apakah kau tega membiarkan ia menunggumu tanpa sebuah kepastian? Karena hatinya bukanlah sebuah persinggahan apalagi pelarian.


Jangan kau lepaskan rayuanmu padanya jika hanya dengan niat bercanda, tutuplah rapat-rapat sikap itu agar tiada hati yang terluka nantinya. Jikalau memang sudah kau putuskan, maka berilah ia kepastian berapa lama ia harus menunggumu. Boleh saja kau sentuh jika kurun waktu yang kau berikan pantas, maksimal 6 bulan misalnya. Jika lebih dari itu, sungguh disayangkan keputusan yang telah kau ambil. Membiarkannya digantung tanpa ada kepastian, membuatnya menantimu sedang diluar sana sudah banyak yang lebih siap darimu.

Lepaskan ia jika kau belum siap menjalani sebuah komitmen. Karena hatinya bukan permainan, apalagi tempat yang pantas untuk kau gadaikan terhadap waktu. Jika kau seorang muslim sejati, langkah pasti harus menjadi pilihanmu. Muliakan atau tinggalkan. Bisikkan pada hatimu dan hatinya bahwa, kau dan dia belum sepenuhnya memiliki tuk menenangkan hatimu jika suatu saat ia memilih jalan yang berbeda denganmu.

Jika suatu saat tiba masanya dimana ia dihadapkan dengan sebuah pilihan untuk menantimu yang belum pasti atau menerima ia yang siap menafkahi, maka janganlah kau bersedih. Karena itulah hasil dari sebuah keputusan yang telah kau ambil dan raih selama ini. Berkutat dalam ketidak pastian dan berbuah penantian panjang yang tak berujung.

Bagi sang hawa, kepastian itu adalah penghormatan akan dirinya, sebuah penghargaan yang tak ternilai harganya. Karena ketika sebuah kepastian telah kau berikan padanya, sungguh penghormatan dan penghargaan telah kau berikan padanya. Bahkan ketika itu, hatinya telah mendapatkan tempat untukmu.

Jangan kau sentuh hatinya jika janji hanya sekedar janji. Karena kau harus tahu, ketika seorang hawa bersedia dan kemudian menunggumu, sebenarnya ia telah membuang banyak kesempatan untuk dibahagiakan oleh orang lain yang lebih siap darimu. Ia telah mengorbankan kesetiaannya menunggumu mengambil kepastian, namuan sungguh mengecewakan jika kesempatan itu kau buang percuma. Karena tanpa kau sadari telah kau pecahkan gelas kaca yang lama ia rawat dengan penuh harap. Karena ketika ia menunggu, tak hanya menunggu namun juga selalu menjaga hati demia sebuah janji yang tak pasti (apabila tiada mampu kau tepati).

Jika memang suatu kesempatan kau memberikannya janji untuk segera menikahi, berilah ia senggang waktu maksimal untuk menanti. Agar ia tak hanya menjadi wanita tanpa kepastian status. Ingatlah, jika memang kau mencintainya cukup dengan datangi walinya kemudian genggam erat tangan walinya didepan penghulu. Jangan kau ajak ia untuk pacaran pada umumnya, atau akan lebih parah lagi jika kau mengajak ia pacaran dengan dalih taaruf.

Ingatlah, walaupun ia sudah kau khitbah atau ia telah kau pinang. Ia tetaplah bukan siapa-siapamu, tanggung jawab dan segala tangguhan masih berada dipundak ayahnya. Jadi tak pantas kiranya jika dengan menggunakan status khitbah atau tunangan lantas kau bisa mengatur hidupnya, bebas untuk mengajak ia jalan berdua tanpa mahram. Selama akad belum terucap, ia belumlah halal bagimu, tetaplah untuk menjaga pandangan. Menjaga pandangan dengan menjaga lisan, tindakan dan menjaga hati.

Sekali lagi, jika kau memang sejati maka jangan kau ajak ia untuk pacaran. Jangan kau sentuh hatinya jika belum siap menikahinya. Jangan kau rayu ia, jangan kau buat ia sebagai bahan pelarian. Karena sekali saja menyakiti hati sang hawa, sulit untuk ia melupakan apa yang sudah kau lakukan padanya.

Semoga tulisan ini menginspirasi setiap ikhwan di indonesia, agar jangan pacaran dengan dalih taaruf. Karena antara taaruf dan pacaran sungguh jauh berbeda. Sekian sedikit ulasan, maafkan jika dirasa saya menggurui. Semoga kita semua tetap terhindar dari memberikan harapan palsu lalu menyakiti hati seseorang. Amiiin

Autor: Assadli
Ilham Sadli Seorang Travel blogger sekaligus freelance Writer yang tergabung dalam Forum Lingkar Pena Cabang Jember sejak 2014, suka menulis puisi dan kadang terlalu nyaman dengan menulis kisah seseorang.

Belum ada Komentar untuk "Jangan Sentuh Hatinya Jika Tak Berani Menikahi"

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar, jangan lupa follow twitter @blogsadli, Instagram @ilhamsadli atau subscribe email anda untuk mendapatkan update terbaru. Terimakasih sudah berkunjung

Rajabacklink