Terlihat Baik Karena Allah Menutup Aib Kita



“Barang siapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga”
-Umar bin khatab-

Untukmu yang mendewakan diri dan menjadikan orang lain lebih buruk dari dirinya. Sungguh rugi diri ini jika hal itu ada dalam diri kita sahabat, karena tidak ada manusia yang sempurna didunia ini. Tentunya, kita tidak suka apabila ada seseorang yang mengetahui rahasia kelamnya masa lalu dan kemudian menyebarluaskannya. Jika iya, lantas kenapa diri kita masih saja melakuka hal yang sama terhadap orang lain jika sesuatu itu tidak kita sukai apabila kita yang mengalaminya. Bayangkan saja kita berada diposisi orang yang kita bicarakan.


Mungkin banyak dari kita yang terhindar dari bahayaya Alkohol, narkoba atau makanan dan minuman haram lainnya. Akan tetapi tidak kita sadari bahwa lisan lebih tajam dan berbahaya daripada meminum alkohol. Banyak sahabat yang tidak lagi bersahabat karena lisannya berucap sesuatu yang menyinggung hati. Banyak keluarga yang akhirnya runtuh karena satu ucapan yakni cerai. Dan lebih bahaya lagi adalah menggunjing atau membuka aib seseorang.

Biasanya, dalam kehidupan sehari-hari sangat mudah untuk menemukan topik pembicaraan sebagai bahan obrolan ketika berbincang santai dengan teman atau tetangga. Entah sihir apa yang membuatnya begitu mudah berucap, ketika lewat seseorang yang nampaknya menarik perhatian maka sudah bisa dipastikan bahwa bahan pembicaraan selanjutnya adalah mengenai apa yang menarik perhatiannya barusan. Padahal dalam Islam sudah jelas kalau membicarakan orang lai, apalagi membicaraka aib orang lain sangat tidak bermanfaat dan sia-sia.

Dan janganlah kalian saling menggunjing. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Hujurat: 12).

Ayat ini kemudian dijelaskan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Abu Dawud

Dari Anas bin Malik, bahwasanya Rasululllah bersabda:”Tatkala aku dinaikkan saat Isra’ Mi’raj, aku melewati sekelompok orang yang kuku-kuku mereka dari tembaga. Mereka mencakar wajah dan dada-dada mereka dengan kuku tersebut. Akupun bertanya kepada malaikat Jibril tentang perihal mereka. Jibril menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia (ghibah) dan merusak kehormatan orang lain” (HR Abu Dawud no. 4870)

Sungguh, jika saja aib kita semua diibaratkan sebagai bangkai. Maka sudah pasti tidak ada yang akan mendekati kita karena sebenarnya aib kita sangatlah banyak, namun Allah SWT berbaik hati menutupi aib kita. Itulah kenapa kita masih terlihat baik dimata orang lain karena Allah telah menutup aib kita. Orang lain memang tidak tahu seberapa parah aib kita, akan tetapi coba tanyakan pada diri kita seberapa besar aib kita. Dan apa yang akan terjadi ketika aib itu terbongkar, tentulah banyak orang yang kecewa, menjauh kemudian meninggalkan kita sendirian dalam kegelisahan. Tentu hal ini tidak kita inginkan bukan?

Jika memang hal ini tidak kita inginkan, maka jangan sekali-kali kita lakukan terhadap orang lain. Karena apabila kita sudah bisa menjaga rahasia dan kejelekan seseorang, pastilah kehormatan kita juga akan terjaga dengan baik.

Barangsiapa menututpi aib seseorang muslim maka Allah akan tutupi aibnya dihari kiamat (H.R Bukhari Muslim)

Jadi, kita tidak sepenuhnya baik. Karena sebenarnya kita hanya terlihat baik, karena Allah sudah berbaik hati untuk menutup aib kita. Semoga artikel ini bisa kita jadikan muhasabah dan membuka mata dan fikiran kita semua. Amiiiin

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar, jangan lupa follow twitter @ilhamsadly, Instagram @ilhamsadli atau subscribe email anda untuk mendapatkan update terbaru. Terimakasih sudah berkunjung