Muslim yang Baik Itu Harus Belajar dari Lebah

Segala sesuatu yang Allah ciptakan sudah barang tentu memiliki manfaat, hikmah dan pelajaran yang bisa diambil, tergantung apakah kita mau mempelajari dan memahami hikmah apa yang diturunkan bersama dengan sesuatu itu. semakin tinggi ilmu seseorang maka semakin dekat ia dengan Sang Pencipta, begitulah seharusnya. Karena segala sesuatu yang dipelajari memberikan hikmah bahwa betapa besar kuasa Allah SWT.

Lebah adalah salah satu hewan yang disebutkan dalam Al-qur’an. Jika dilihat dari bagaiaman kehidupan lebah, maka ada sekitar 4 pelajaran atau teladan yang bisa kita terapkan dalam hidup beragama, terutama muslim. Karena manusia terbaik, adalah manusia yang bermanfaat bagi sesamanya.

4 pelajaran yang bisa dipelajari dan diterapkan dari kehidupan dan keseharian lebah adalah sebagai berikut.

Pelajaran dilihat dari tatanan kehidupannya

Jika dilihat secara mendalam, kehidupan lebah dengan koloninya bisa dikatakan sangat bagus. Bisa kita lihat sendiri bagaimana lebah dengan koloninya hidup bergotong royong dan memiliki ketergantungan antara satu sama lain. Kehidupan mereka sangat terorganisir, teratur, tertib dan disiplin. Dan hal itu semua didasarkan pada kesadaran yang timbul dalam naluri mereka. Memiliki kesadaran diri yang tinggi demi mencapai sebuah prestasi gemilang untuk individu, namun juga kadang menghilangkan kepentingan individu ketika kepentingan bersama datang menghampiri, sehingga koloni yang diciptakan menjadi kuat. Mencari makan dan mengurus telur menjadi tugas individu, tetapi disisi lain menjaga sarang adalah menjadi tugas bersama.

Begitulah seharusnya muslim dalam menjalankan hablum minannas, boleh saja kita bersifat individualisme tetapi ada saatnya ketika kita harus mengesampingkan individualisme itu. berlomba dalam hal kebaikan itu baik, tetapi saling membantu dalam hal kebaikan itu lebih baik.

Lebah itu makan yang baik dan menghasilkan yang baik

Lebah menghasilkan madu yang rasanya manis, enak dan sehat untuk dikonsumsi manusia tanpa ada bahan pengawet sedikitpun. Selain itu, hasil yang baik tadi juga didapatkan dengan cara dan dari bahan yang baik pula.

Bukankah muslim juga diajarkan untuk mencari sesuatu yang bisa dimakan dan berasal dari hal yang baik pula, agar bisa menghasilkan yang baik. Karena jika apa yang kita makan adalah dari bahan yang halal, insyaAllah apa yang dihasilkan akan berkah dan bermanfaat. Namun, akan berbeda konteks apabila mengambil dari atau dengan cara yang tidak baik, sudah barang tentu hasilnya akan tidak baik pula. Karena tempat yang bersih akan menghasilkan air yang bersih pula.

Lebah itu adalah mahluk pekerja keras

Faktanya, bahwa lebah ada 2 jenis yakni lebah ratu dan lebah pekerja. Namun kita kan membahas mengenai lebah pekerja saja. Lebah pekerja biasanya bentuknya kecil dan biasanya kita temukan di bunga-bunga yang sedang bermekaran. Lebah pekerja ini biasanya sangat lincah dan gesit karena bisa mencapai kecepatan hingga 65 km/jam. Lebah tidak akan istirahat kecuali ketika sudah sampai pada tujuan utamanya, dan itupun masih dilakukan dengan bekerja.

Seorang muslim juga seharusnya adalah seorang pekerja keras. Bersifat malas-malasan adalah sikap yang tidak disukai Allah, bukankah Allah SWT tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang merubah nasibnya. Itulah makna bahwa manusia haruslah menjadi pekerja keras untuk mendapatkan apa yang kita inginkan dalam hidup. Manfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk kemudian mendapatkan hasil yang maksimal juga nantinya.

Lebah tidak pernah mengusik kecuali jika merasa terganggu

Kita tidak akan disengat dan dikejar oleh lebah, kecuali kita sendiri yang mengganggunya. Ketika merasa terganggu, maka siap-siap saja lebah akan mengejar dan siap untuk menyengat tubuh kita. Hal itu dilakukan untuk mempertahankan dirinya. Jadilah kita seperti lebah yang tidak akan mengganggu kecuali mereka yag mengganggu duluan, dan akan lebih baik lagi jikalau kita memaafkan.

Sekian sedikit ulasan bagaimana muslim seharusnya belajar dari lebah. Karena lebah memberikan banyak pelajaran bagi kita, tergantung kita apakah mau menerima pelajaran itu ataukah tidak.

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar, jangan lupa follow twitter @ilhamsadly, Instagram @ilhamsadli atau subscribe email anda untuk mendapatkan update terbaru. Terimakasih sudah berkunjung