Tentang Kitab Patah Hati

Ilhamsadli.com,- Pernah gak sih kamu patah hati? Kemudian memutuskan untuk tidak jatuh cinta lagi atau menjalin hubungan lagi? Kalau pertanyaan itu diberikan padaku, maka dengan keras aku akan menjawab pernah. Baik itu patah hati karena ditinggalkan menikah atau patah hati karena dikhianati. Sakit memang, tetapi akan selalu ada makna di belakangnya.
Tentang Kitab Patah Hati

Patah hati bukan perkara yang mudah untuk diobati, karena bisa saja semuanya kembali normal dalam waktu yang tidak terlalu lama. Tetapi ada juga yang akhirnya bisa depresi, bahkan mohon maaf sampai bunuh diri. Begitu menyakitkannya patah hati, apalagi jika sang korban ternyata tidak mampu mengontrol diri dan emosi. Maka semuanya akan menjadi hancur berantakan, hilang semangat, bahkan bisa jadi sampai hilang kewarasan.

Beberapa Kali Patah Hati?

Aku beberapa kali patah hati, bukan karena tak diharapkan tetapi karena telat mengambil keputusan. Ada yang bilang kalau aku hanya memberikan pengharapan namun tidak dengan kepastian. Kalau ditanyakan apakah benar? Maka aku menjawab iya, karena aku pribadi yang realistis sekali, semuanya harus masuk dalam logika dan berpikir tentang jauh ke depan. Jika orang lain bisa lagsung bertindak tanpa pikir panjang, maka maaf demikian tidak akan kamu temukan dalam diriku.

Aku pernah menulis tentang kebimbanganku ketika akan menentukan pilihan, apalagi itu tentang pilihan yang besar. Ada yang bilang bahwa “hidup adalah pilihan” kemudian ada juga yang membalasnya dengan kalimat “tidak memilih juga adalah sebuah pilihan”. Tidak ada yang salah dalam hal ini. Tetapi, perlu ditekankan bahwa ada hal-hal yang memang memaksa kita untuk berani memilih sebelum kesempatan itu akhirnya pergi meninggalkan kita.

Setelah kesempatan menghilang, kemudian hati menjadi semakin bimbang, yang tertinggal hanya kenangan dan tersisa hanya penyesalan. Sunggu malang sekali jika seperti ini mendatangi kita.

Berapa kali aku patah hati? Tentunya bukan sekali dua kali, melainkan mungkin saja berkali kali. Pernah satu kisah patah hati aku tuliskan dalam sebuah cerpen yang dulu dimuat menjadi antologi zaman SMA tahun 2012. Kemudian kembali aku tuliskan kembali kisah yang berbeda namun dengan jalan cerita yang sama yaitu “patah hati” dimuat di Antologi Cinta Segenggam Pasir bersama FLP Jawa Timur.

Ketika Patah Hati

Dari beberapa kali patah hati ini, ada yang kisahnya mirip alias aku melakukan kesalahan yang sama, ada juga yang baru yaitu belum saja berniat untuk mendekati ternyata sudah dilamar dahulu. Ada juga yang dekat ketika dalam sebuah organisasi, namun seketika mundur ketika bercermin pada diri sendiri. 

Jika jodoh adalah cerminan diri, maka sudah pasti ketika kita baik Allah datangkan seseorang yang baik pula. Ini menjadi sebuah langkah penting dalam aku memilih dan menentukan sebuah pilihan. Sempat juga menulis tentang memilih dan dipilih, yang akhirnya tulisan itu menjadi tamparan sendiri untukku. Aku yang bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa menyukai dia yang notabene berasal dari keluarga yang ilmu agamanya kuat, namun aku yang bisa dikatakan baru belajar tentang agama menjadikan semuanya seperti berat sebelah. 

Sebab inilah kemudian aku memilih untuk menjauh, meskipun sesekali memperhatikan dia melalui media sosialnya. Mungkin suatu saat nanti ketika akhirnya kebimbanganku menghilang dan memilih seseorang untuk menjadi teman sehidup sesurga akan aku ceritakan kisahku ini. Kisah yang mungkin saja akan menyakitinya sementara, tetapi setidaknya itu bukan menjadi momok suatu saat nanti.

Semua kisah patah hatiku terangkum dalam bait puisi, caption, tulisa, hingga kadang PODCAST. Jika seseorang cermat memperhatikannya, disitu akan ditemukan sudut kecil yang mengarah pada sebuah kekecewaan, keterpurukan, hingga mungkin ketidak mampuan. Tetapi akan selalu ada hikmahnya, karena bisa jadi hal itu karena suka itu hadir belum tepat pada waktunya. Karena sebab inilah kemudian akhirnya sampai saat ini belum benar-benat membuka hati, semenjak 4 atau 5 tahun yang lalu. 

Bertahan dalam kesendirian adalah pilihanku saat ini, meskipun ada sesuatu yang sedang aku persiapkan dalam waktu dekat untuk seseorang. Semoga saja pandemi segera berlalu, agar dia tidak hanya akan menjadi kisah yang lalu.

#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-19
Ilham Sadli Seorang Travel blogger sekaligus freelance Writer yang tergabung dalam Forum Lingkar Pena Cabang Jember sejak 2014, suka menulis puisi dan kadang terlalu nyaman dengan menulis kisah seseorang.

5 Komentar untuk "Tentang Kitab Patah Hati"

  1. Belum pernah sih dan semoga ga akan pernah hehehe cara antisipasinya ya jangan kasih hati ke orang yang belum pasti hehehe

    BalasHapus
  2. boleh sotoy kan kak Ilham?
    menurut saya sih, laki-laki yang banyak pertimbangan sebelum eksekusi itu baik lho.... Pria spt itu sangat memikirkan kondisi hubungan yang sehat di jenjang yg lebih serius (katakanlah, pernikahan). Justru pria yg asal lamar dan belum siap, malah cenderung mengajalebih perempuan untuk "mau diajak hidup susah" adalah egois.

    So, jangan menyesal dgn keputusan yg disebabkan pertimbangan logika. Mungkin memang belum waktunya.

    Eh ya, tujuan komen, mau ijin bikin artikel juga ya.. "Kitab Patah Hatidak Tingkat Lanjut" boleh? hihi

    BalasHapus
  3. Dari tulisan ini aku baru sadar kalau laki2 itu bisa semendalam itu ketika patah hati, aku sebelumnua berfikir kalau laki - laki itu bye aja kalau hubungannya selesai, cuek gitu
    .... Ternyata ada perasaan yang mendalam yang dipenuhi kenangan.

    Semangat ya.. semoga segera mendapatkan jodoh terbaiknya...

    BalasHapus
Silahkan tinggalkan komentar, jangan lupa follow twitter @blogsadli, Instagram @ilhamsadli atau subscribe email anda untuk mendapatkan update terbaru. Terimakasih sudah berkunjung

Iklan Atas Artikel