1441 Hijriah, 2020 Masehi dan Ramadhan Istimewa

Ilhamsadli.com,- Siapa yang akan mengira kalau ternyata akan ada masa dimana semua orang tidak bisa bebas melakukan aktifitas seperti hari-hari biasanya. Siapa yang menyangka bahwa wabah itu akan datang menyapa kita semua. Siapa pula yang menduga kalau ternyata nantinya ada banyak hal untuk diceritakan di masa tua. Entah sebuah kebetulan atau memang sudah tergariskan sebagai takdir terbaik untuk kita dari-Nya Sang Maha Pencipta.

Bosan, gelisah, kesal, hingga mungkin saja ingin marah karena akhirnya tidak bisa apa-apa dan hanya #dirumahaja. Tetapi ada banyak hal yang mungkin saja tidak kita sadari, seperti kata salah satu Ustadz kondang di Jember “Allah pasti sudah menghitung, mempertimbangkan. Karena Allah adalah ahsanul haliqin (pemberi terbaik), maka pasti keputusannya yang terbaik”. Karena bisa jadi semuanya akan terbuka bersama tabir waktu.
1441 Hijriah, 2020 Masehi dan Ramadhan Istimewa

1441 Hijriah Itu...

1441 Hijriah, mungkin bagi sebagian orang yang tidak menyadarinya kalau angka ini lumayan cantik. Tetapi ternyata banyak yang lebih melihat pada tahun masehi, bukan tahun Hijriah termasuk aku di dalamnya. Angka cantik ini baru saja aku sadari ketika menulis artikel ini, tetapi bukan itu yang ingin aku ceritakan.

1441 Hijriah, tepatnya bulan Ramadhan kali ini memang benar-benar spesial. Kita yang mungkin saja dahulu lebih sering ngabuburit, bisa jadi sekarang harus mengubahnya menjadi ngabubuwrite atau ngabuburead. Tetapi bukan write status media sosial atau read chat dari dia yang centang biru namun tak kunjung berbalas, bukan itu. 

1141 Hijriah bulan Ramadhan, dimana banyak yang lebih memilih untuk #dirumahaja daripada harus menghadiri keramaian seperti halnya Ramadhan tahun lalu. Buku yang berderet dan terbungkus rapi akhirnya bisa selesai terbaca dalam waktu yang tidak lama, drama korea (mungkin bagi yang suka) menjadi tontonan ketika sedang tidak bisa kemana-mana. Menulis dan kejar target, bagi orang-orang yang lebih suka untuk produktif daripada mencari hiburan. Atau ada juga yang memilih berkreasi dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Tetapi, bagi orang-orang yang tahu bagaimana seharusnya memanfaatkan Ramadhan, pasti akan lebih banyak beribadah.

Ramadhan 1441 Hijriah, dimana mungkin saja tidak ada mudik. Disitulah mungkin ada yang menangis memendam rindu dan menjerit ingin pulang ke pangkuan ibu. Namun, untuk yang tahu bagaimana resikonya, tentu akan lebih memilih untuk diam dahulu dan menahan beratnya rindu seperti kata Dilan.

2020 Masehi Itu...

2020 Masehi, dimana semua tanggungan kampus setelah sekian lama aku abaikan akhirnya selesai sebelum tahun baru. Namun ternyata tidak bisa selesai semuanya, karena ternyata wabah ini datang dan belum juga berlalu. 2020 ini juga dimana alhamdulillah rejeki dari ngeblog lancar lebih daripada 2019 dahulu, dimana belum berani membeli buku karena takut tak bisa memenuhi kebutuhan hidup. 

2020 ini pula, aku pribadi telah merencanakan sesuatu yang besar namun ternyata belum bisa terpenuhi. Sebuah mimpi dan harapan yang indah, menetapkan pilihan atas apa yang selama ini dibimbangkan. Namun ternyata ada hal yang perlu aku persiapkan sehingga bisa jadi wabah ini sebagai teguran agar terus berbenah diri.

2020 ini juga, saat ada banyak teman-teman keren yang berbagi kebahagiaan denganku. Baik melalui berkirim hadiah sederhana sebagai cindera mata atau berbagai kabar bahagianya jikalau ia akhirnya menikah dan menetapkan pilihan hatinya. Alhamdulillah..

Wabah, Musibah dan Muhasabah

Sebulan yang lalu, dunia dihebohkan oleh hadirnya covid-19. Kabarnya sih virus ini berasal dari Wuhan kemudian menyebar ke seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia. Kemudian pemerintah mengambil tindakan dengan memberikan arahan agar tidak melakukan kumpul dahulu, termasuk ketika akan beribadah. Bukan panik atau takut, melainkan salah satu cara agar penyebaran virus ini bisa diminimalisir. Eh maafkan jadi terlalu kaku begini...

Jadi, hal menarik yang aku dengar dari salah satu ustadz lagi adalah “virus ini sebenarnya adalah ajang untuk bermuhasabah, tetapi bisa jadi sebuah musibah bagi mereka yang enggan untuk bermuhasabah”. 

1441, 2020, hingga bulan Ramadhan tiba, akhirnya bulan ini menjadi sangat spesial. Bisa sekali digunakan untuk ajang bermuhasabah, ajang untuk merenung. Sebuah momen yang pas untuk bermunajat, bukan malah sambat. Momen yang bagus untuk merenung, bukan Cuma duduk dan murung. Momen yang bagus untuk bermuhasabah. Jika kita tidak bisa hadir menjadi solusi dari masalah kali ini, maka minimal jangan menambah masalah. 

Ah, sudahlah sekian tulisan random kali ini ya...

#inspirasiramadan 
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-1
Ilham Sadli Seorang Travel blogger sekaligus freelance Writer yang tergabung dalam Forum Lingkar Pena Cabang Jember sejak 2014, suka menulis puisi dan kadang terlalu nyaman dengan menulis kisah seseorang.

Belum ada Komentar untuk "1441 Hijriah, 2020 Masehi dan Ramadhan Istimewa"

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar, jangan lupa follow twitter @blogsadli, Instagram @ilhamsadli atau subscribe email anda untuk mendapatkan update terbaru. Terimakasih sudah berkunjung

Iklan Atas Artikel