Perbedaan Gaji dan Rezeki

"Rezeki itu adalah apa yang kita nikmati, bukan apa yang kita terima. Karena apa yang kita terima belum tentu bisa kita nikmati, itulah makna rezeki"

Terkadang kita sering keliru memaknai gaji dan rezeki, hingga tidak sedikit yang menganggak gaji itu adalah rezekinya. Padahal antara keduanya nampak sangat jelas perbedaannya. Gaji itu adalah hasil yang kita terima dari usaha yang kita lakukan, misalkan bekerja sebagai freelance atau fulltime. Sedangkan rezeki itu datangnya dari mana saja, karena rezeki itu adalah sebuah nikmat yang kita rasakan dan nikmati lagsung.


Bekerja dalam sebuah perusahaan lalu mendapatkan upah atas kerja keras selama ini, maka itulah gaji. Namun perlu diketahui bahwa gaji yang begitu banyaknya belum tentu semuanya menjadi Rezeki kita, karena selalu ada rezeki orang lain dalam gaji itu. Misalnya saja, dalam perjalanan pulang ban bocor, maka sebagian gaji tersebut sudah masuk rezeki tukang tambal ban. Atau misalkan kita pernah meminjam uang teman, maka tentu gaji segitu banyaknya belum bisa sepenuhnya disebut rezeki karena tentu kita akan mengembalikan uang pinjaman tersebut.

Membahas mengenai rezeki, Allah menjelaskan secara gambalang mengenai Rezeki dalam Al-Quran surat At-Talaaq ayat 2-3:

"...Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberi rezeki kepadanya tanpa disangka-sangka. Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkannya..." (Q.S At-Talaaq : 2-3)

Setiap mahluk diciptakan dengan rezekinya masing-masing. Tetapi hanya manusia yang seringkali mengeluhkan masalah sedikitnya gaji, rezeki yang ia dapatkan. Karena memang manusia memiliki sifat tidak pernah merasa puas. Jika ingin rezeki yang berkah maka bertakwa dan tawakkallah, dan jika ingin gaji banyak maka kerja keraslah. 

Sadarlah wahai sahabat, cara menacari rezeki manusia masihlah sangat mudah lalu apa yang perlu kita keluhkan, karena sungguh manusia tidaklah pantas mengeluh. Andaikan ada yang pantas mengeluh dengan cara mendapatkan rezekinya, maka ia adalah cicak di dinding. Ia memangsa nyamuk yang bisa terbang, sedang ia hanya menempel di dinding. Sungguh tidak adil bukan? namun begitulah ia, tidak pernah mengeluh karena ia tahu Allah memberikannya rezeki dengan cara demikian.

Bekerjalah didunia seakan kau hidup selamanya, bekerjalah untuk akhiratmu seakan kau mati besok. Itulah nasihat agar bersemangat dan tidak mengeluh dalam bekerja keras untuk mencari rezeki. Sahabat, mari kita terus memperbaiki diri dan lebih mendekatkan diri pada Ilahi agar mendapatkan rezeki terbaik. Karena menjemput rezeki hanya bisa dengan bertakwa.

Do'a memohon dilancarkan rezekinya oleh Allah adalah dengan banyak memanjatkan do'a yang ada dalam Al-Quran surat An-Maidah 114. Perbanyak shalat Duha', perbaiki shalat. Karena dalam bacaan shalat ada do'a meminta rezeki. 

Sekian dulu ya sedikit bahasan ini. semoga bisa bermanfaat. Jika ada kebaikan maka itu datangnya dari Allah, namun jika ada kekeliruan itu semata berasal dari saya sebagai penulis artikel ini. jadi mohon diberi masukan agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Terimakasih sudah membaca. 

Salam Literasi....

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar, jangan lupa follow twitter @ilhamsadly, Instagram @ilhamsadli atau subscribe email anda untuk mendapatkan update terbaru. Terimakasih sudah berkunjung